Sekjen NATO: Yunani-Turki Sepakat Memulai “Pembicaraan Teknis”

Brussels, MINA – Yunani dan Turki telah sepakat untuk memulai “pembicaraan teknis” yang bertujuan membantu mengurangi risiko insiden militer di Mediterania Timur, di mana sekutu telah terkunci dalam kebuntuan yang tegang atas hak energi lepas pantai.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengumumkan kemungkinan pembukaan diplomatik dalam sebuah pernyataan di situs aliansi militer pada Kamis (3/9), di hari yang sama ketika Turki mengumumkan bahwa Rusia berencana melakukan latihan angkatan laut langsung bulan ini di Mediterania Timur.

“Yunani dan Turki adalah Sekutu yang dihargai, dan NATO adalah platform penting untuk konsultasi tentang semua masalah yang mempengaruhi keamanan bersama kami,” bunyi pernyataan itu, demikian dikutip dari TRT World.

“Saya tetap berhubungan dekat dengan semua Sekutu yang peduli untuk menemukan solusi atas ketegangan dalam semangat solidaritas NATO,” tambanya.

Juru Bicara Presiden Turki Ibrahim Kalin dan Penasihat Keamanan Nasional AS Robert C. O’Brien membahas perkembangan terakhir di Mediterania Timur melalui telepon pada Kamis malam.

Kalin mengatakan, Turki tidak menginginkan eskalasi dengan negara-negara lain di kawasan itu, melainkan mendukung model di mana semua pihak dapat secara adil berbagi kawasan dan sumber dayanya dengan cara yang adil, seperti yang diusulkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pernyataan sebelumnya.

Ia menekankan tekad Turki untuk melindungi hak-haknya dan hak-hak Republik Turki Siprus Utara (TRNC) di Mediterania Timur.

Kalin menambahkan, semua upaya akan dilakukan untuk menjadikan Mediterania sebagai “lautan perdamaian”.

Namun, seorang pejabat Yunani mengatakan kepada The Associated Press bahwa pembicaraan tentang kesepakatan “tidak sesuai dengan kenyataan”.

“Bagaimanapun, kami telah mencatat niat Sekretaris Jenderal NATO untuk bekerja menciptakan mekanisme de-eskalasi dalam kerangka NATO,” kata pejabat yang berbicara dengan syarat anonim itu, karena dia tidak berwenang untuk mengomentari catatan tersebut.

“Namun demikian, de-eskalasi hanya akan dicapai dengan penarikan segera semua kapal Turki dari landas kontinen Yunani,” katanya. (T/RI-1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)