SEKJEN OKI: KEKUATAN UMAT ISLAM PADA KESATUANNYA

Sekjen OKI Iyad Ameen Madani. (Foto: IINA)
Sekjen OKI Iyad Ameen Madani. (Foto: IINA)

Sharm al-Sheikh, Mesir, 11 Jumadil Akhir 1436/31 Maret 2015 (MINA) – Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Iyad Ameen Madani menekankan bahwa kekuatan seluruh Ummat Islam terletak pada kesatuannya.

Saat berbicara dalam pertemuan puncak para pemimpin 21 negara Liga Arab dalam KTT Arab ke-26 di kota wisata Laut Merah, Sharm Al-Sheikh, Sabtu (28/3) lalu, ia juga mengatakan bahwa perselisihan sektarian dan ekstrimisme adalah tantangan utama yang dihadapi umat Islam saat ini.

Madani mengatakan bahwa ekstremisme benar-benar asing bagi keimanan, hukum, dan tujuan Islam. Hal ini juga merupakan hasil dari infiltrasi luar demi agenda politik yang bertujuan untuk membagi pemerintahan dan saling melemahkan untuk dapat bertahan hidup.

Pada Masalah Palestina, Madani menyatakan OKI berdiri dengan saudara-saudara sesama Muslim di Palestina yang diduduki saat mereka menghadapi penjajahan oleh rezim apartheid.

Dia juga menyatakan upaya sedang berlangsung untuk mengadakan pertemuan puncak Islam luar biasa yang digelar di Palestina pada waktu mendatang, demikian keterangan pers IINA yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Apa yang telah menimpa saudara-saudara kami di sana, termasuk penodaan Masjid Al-Aqsha; perundingan damai lebih dari 20 tahun yang buntu dan kembali pada negosiasi atas dasar inisiatif perdamaian Arab serta tuntutan rakyat Palestina untuk agenda tertentu dan terikat waktu,” katanya sambil menyerukan untuk mematahkan monopoli tunggal mediator, yang lebih seperti sebuah pesta dari mediator, untuk mediasi yang lebih luas yang diwakili oleh Kuartet di bawah sebuah kepemimpinan baru.

Dia mengatakan, OKI juga bekerja keras dan efektif untuk mengatasi masalah di Somalia, Sahel Afrika, Mali utara dan Republik Afrika Tengah.

“OKI juga bekerja dengan sungguh-sungguh untuk hak-hak saudara-saudara kami di Myanmar, Kashmir dan Nagorno Karabakh di Azerbaijan. OKI mendukung peran Liga Arab di Suriah dan Libya serta mendorong menuju kesatuan di Irak dan Afghanistan,” tegas Madani.

OKI juga menyatakan dengan tegas dukungannya terhadap langkah yang diambil oleh negara-negara yang mendukung legitimasi konstitusional di Yaman.

Madani mengatakan, sebagaimana OKI aktif dalam menghadapi krisis dengan menganalisis, memahami dan pencarian solusi atas berbagai krisis itu, OkI juga bekerja di bidang ekonomi, pendidikan, kegiatan budaya, integrasi ilmiah dan teknis, pemberdayaan perempuan dan memperhatikan pemuda.

“Kami berdiri dengan orang-orang yang terpinggirkan dan terbuka untuk masyarakat sipil atas dasar strategi yang kuat yang memperkuat semangat harapan dan keyakinan dalam masa depan menjanjikan, oleh rahmat dan karunia Allah,” ujar Madani.(T/R05/R03)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0