New York, MINA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres menyerukan penyelidikan independen dengan mengarah pada akuntabilitas yang efektif atas rekaman dan foto-foto jenazah warga sipil di Kota Bucha, Ukraina.
“Sangat penting bahwa penyelidikan independen mengarah pada akuntabilitas yang efektif,” kata Guterres seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (4/4).
“Saya sangat terkejut dengan gambar warga sipil yang tewas di Bucha, Ukraina,” kata Guterres.
Ukraina menuding pasukan Rusia yang telah melakukan pembunuhan terhadap sedikitnya 300 warga sipil di Kota Bucha, 37 kilometer dari ibu kota Ukraina, Kyiv itu.
Baca Juga: Guinea‑Bissau Rusuh Usai Pemilu, Militer Ambil Alih Pemerintahan, Presiden Embaló Ditahan
“Pembantaian Bucha disengaja,” kata Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba di Twitter, Ahad (3/4).
Sementara itu, Rusia membantah tudingan pembunuhan warga Bucha, usai beredar foto pemakaman massal di kota itu.
Mereka menyebut rekaman dan foto-foto yang menunjukkan mayat di Bucha adalah “provokasi” oleh pemerintah Ukraina.
“Melihat provokasi keji radikal Ukraina di Bucha, Rusia meminta pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Senin, 4 April,” kata Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy, seperti dikutip dari CNN.
Baca Juga: Malaysia Tangkap 74 Imigran Ilegal di Johor, Termasuk 9 WNI
Masalah tersebut bermula ketika Ukraina mengklaim menemukan kuburan massal dan ratusan jasad korban serangan Rusia bergelimpangan di Kota Bucha.
Pihak berwenang mengaku menemukan jasad-jasad itu sesudah mereka memasuki kota tersebut setelah pasukan Rusia hengkang.
Beberapa jasad terlihat tak dikubur atau hanya setengah dikubur. Semua jenazah tampak menggunakan pakaian warga sipil.
Secara keseluruhan, pihak Ukraina melaporkan setidaknya 300 jenazah ditemukan di kuburan massal Bucha dan sekitarnya. (T/RE1/P1)
Baca Juga: Trump Usulkan Perdamaian Rusia-Ukraina, Tapi Syaratnya Bikin Kyiv Ragu
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic