SEKJEN PBB: HADI HARUS DIKEMBALIKAN SEBAGAI PRESIDEN YAMAN

Pertemuan Sekjen PBB Ban Ki-moon dengan Raja Salman bin Abdulaziz, di Riyadh, Arab Saudi, Ahad 8 Februari 2015. (Foto: SPA)
Pertemuan Sekjen PBB Ban Ki-moon dengan Raja Salman bin Abdulaziz, di Riyadh, Arab Saudi, Ahad 8 Februari 2015. (Foto: SPA)

Riyadh, 19 Rabi’ul Akhir 1436/9 Februari 2015 (MINA) – Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyerukan pemulihan otoritas Presiden Yaman Abd-Rabbo Mansour Hadi setelah kelompok bersenjata Houthi merebut kekuasaan di ibukota Sanaa.

“Situasi ini sangat buruk, karena Houthi mengambil kekuasaan dan membuat vakum pemerintah ini,” kata Ban Ki-moon, Ahad (8/2), mengacu pada kelompok Houthi yang membubarkan pemerintah dan parlemen Sanaa Jumat lalu.

“Harus ada pemulihan legitimasi Presiden Hadi,” kata Sekjen PBB kepada wartawan setelah pembicaraan dengan Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz, Arab News melaporkan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Sebelumnya, Ban Ki-moon menyampaikan belasungkawa kepada Raja Salman, keluarga kerajaan, pemerintah dan rakyat Arab Saudi, atas meninggalnya Raja Abdullah.

Ban menyoroti upaya Raja Abdullah mendorong kemajuan di Arab Saudi dan kerja kerasnya mengatasi tantangan regional dan internasional.

Dia menggarisbawahi inisiatif mendiang raja untuk mempromosikan dialog antar-agama, memuji dukungan kemanusiaan penting untuk memerangi kemiskinan dan kelaparan melalui PBB.

Sebagian besar topik yang dibahas dalam pertemuannya dengan raja difokuskan pada krisis Yaman, Suriah, dan Irak, serta stabilitas umum di Timur Tengah.

“Kami juga membahas bagaimana PBB dapat berkontribusi terhadap upaya global melawan terorisme, dan saya berterima kasih kepada Yang Mulia atas dukungan Arab Saudi,” kata Ban.

Ketua PBB juga mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Arab Saudi senior lainnya termasuk dengan Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Ali Al-Naimi dan Menteri Luar Negeri Nizar bin Obaid Madani. (T/P001/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Wartawan: Rudi Hendrik

Editor: Rana Setiawan

Comments: 0