New York, MINA – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak anggota-anggota Dewan Keamanan untuk “mengakhiri penderitaan” warga Suriah di Ghouta Timur yang dikepung.
Ucapan Guterres hari Senin (12/3) muncul di saat pasukan Pemerintah Suriah melanjutkan serangannya untuk pekan ketiga di Ghouta Timur di pinggiran kota Damaskus.
Dikatakan, berapa upaya untuk menghentikan operasi mematikan pasukan Pemerintah Suriah yang didukung oleh Rusia tersebut telah terbukti sia-sia.
Lembaga monitor perang melaporkan, lebih dari 1.099 warga sipil telah terbunuh dalam operasi pengeboman tanpa henti sejak 18 Februari.
Baca Juga: Lima Paramedis Tewas oleh Serangan Israel di Lebanon Selatan
“Saya sangat kecewa dengan semua orang yang membiarkan ini terjadi,” kata Guterres dalam pidatonya di kantor pusat PBB di New York, demikian Al Jazeera melaporkan.
“Seharusnya hanya ada satu agenda untuk kita semua, yakni mengakhiri penderitaan rakyat Suriah dan menemukan solusi politik untuk konflik tersebut. Terutama di Ghouta Timur, serangan udara, penembakan, serangan darat meningkat setelah diadopsi resolusi,” katanya, merujuk pada resolusi DK PBB 2401 yang disahkan pada 24 Februari.
Resolusi 2401 menyerukan gencatan senjata segera di Suriah, evakuasi warga sipil, dan penyerahan pasokan bantuan. (T/RI-1/P1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Militer Israel Akui Kekurangan Tentara dan Kewalahan Hadapi Gaza