Sekjen PBB Terkejut atas Laporan Kejahatan Israel terhadap Anak-anak Palestina

New York, MINA – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Selasa (12/7) menyatakan keterkejutannya atas laporan tahunan “Konflik Bersenjata dan Anak-Anak” yang mengatakan pasukan pendudukan Israel membunuh 78 anak-anak Palestina, melukai 982 lainnya dan menahan 637 pada tahun 2021.

“Jika situasinya berulang pada tahun 2022, tanpa perbaikan yang berarti, Israel harus terdaftar,” Guterres memperingatkan dalam laporan itu, Palinfo melporkan.

Sekjen PBB mengatakan dia terkejut dengan pembunuhan dan melukai anak-anak Palestina oleh pasukan Israel dalam serangan udara di daerah-daerah berpenduduk padat, melalui penggunaan amunisi hidup dan terus kurangnya pertanggungjawaban atas pelanggaran ini.

Dia mengulangi seruannya agar pasukan Israel melakukan pengekangan maksimum untuk melindungi kehidupan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan, meninjau dan memperkuat prosedur mereka untuk mengakhiri dan mencegah penggunaan kekuatan yang berlebihan terhadap anak-anak, dalam sebuah peringatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Guterres meminta Israel menyelidiki setiap kasus di mana amunisi hidup digunakan, karena ia mengakui untuk pertama kalinya, kurangnya pertanggungjawaban sistematis atas pelanggaran Israel terhadap anak-anak Palestina.

Laporan itu juga menyoroti masalah anak-anak Palestina di penjara Israel, di mana Guterres menekankan perlunya Israel mematuhi standar internasional mengenai penahanan anak-anak, dan mengakhiri penahanan administratif, perlakuan buruk serta kekerasan.

Dalam laporannya, Sekjen PBB menyatakan keprihatinan atas meningkatnya serangan Israel terhadap sekolah dan lembaga pendidikan yang melayani anak-anak, menekankan perlunya memberikan bantuan kemanusiaan dan kesehatan yang diperlukan untuk anak-anak tanpa hambatan Israel. (T/R7/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)