Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama Bulan Ramadhan, Suhu di Aceh Capai 35 Derajat Celcius

Admin - Selasa, 7 Mei 2019 - 14:54 WIB

Selasa, 7 Mei 2019 - 14:54 WIB

1 Views ㅤ

Banda Aceh, MINA – Suhu panas mencapai 35 Derajat Celcius melanda Provinsi Aceh, terutama di wilayah kota Banda Aceh. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstream terjadi selama bulan suci Ramadhan.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Blang Bintang Aceh Besar Zakaria Ahmad mengatakan, suhu di wilayah Banda Aceh berkisar antara 32 hingga 35 Derajat Celcius. Titik puncak panas berada pada pukul 15.00 WIB.

“Suhunya itu berkisar antara 32 hingga 35 derajat Celsius. Titik puncak sekitar pukul tiga siang,” kata Zakaria Ahmad, Selasa (7/5).

Suhu panas hingga 35 derajat Celcius bahkan diprediksi tidak hanya sepanjang Ramadhan, tetapi juga diprakirakan berlangsung hingga September 2019. Hal ini karena Aceh memasuki musim kemarau.

Baca Juga: Hari Anak Nasional 2024, SAI Jadi Fokus Utama

Kendati memasuki musim kemarau, ada juga mendung di sejumlah wilayah di Aceh. Seperti wilayah barat selatan dan timur, serta kawasan tengah untuk dua hari ke depan. Sedangkan hujan diprakirakan terjadi pada Juli mendatang.

Selain itu, Zakaria juga mengingatkan masyarakat, terutama nelayan mewaspadai perubahan angin yang terjadi sekarang ini dari timur ke barat. Perubahan angin ini menyebabkan terjadinya gelombang tinggi.

“Gelombang tinggi berpulang terjadi di wilayah barat selatan Aceh, bisa mencapai satu hingga tiga meter. Termasuk di perairan Samudra Hindia, mulai dari Pulau Simeulue hingga Kepulauan Andaman, India, ketinggian gelombang bisa mencapai 3,5 meter,” kata Zakaria.

Sedangkan di Selat Malaka bagian utara, ketinggian gelombang laut bisa terjadi antara setengah meter hingga 2,5 meter. Sedangkan di perairan timur Aceh, mulai Kabupaten Pidie hingga Aceh Tamiang berkisar 0,5 hingga dua meter.

Baca Juga: Pemerintah Aceh Luncurkan Program Gerakan Tuntas Baca Al-Qur’an

“Kepada masyarakat, terutama nelayan yang ingin melaut, diingatkan untuk membawa alat keselamatan seperti pelampung. Dan juga membawa alat komunikasi seperti radio,” kata Zakaria Ahmad. (L/AP/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Dubes Yassir Berharap Kerja Sama Sudan dengan Indonesia Semakin Erat 

Rekomendasi untuk Anda