Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama Ramadhan, Jerman Desak Gencatan Senjata di Libya

kurnia - Rabu, 8 Mei 2019 - 14:35 WIB

Rabu, 8 Mei 2019 - 14:35 WIB

4 Views ㅤ

Berlin, MINA – Pemerintah Jerman mengumumkan dukungan bagi upaya yang dipimpin PBB untuk mencapai gencatan senjata di Libya selama bulan suci Ramadhan.

Pengumuman itu disampaikan setelah Kanselir Angela Merkel bertemu Fayez al-Sarraj, pemimpin pemerintah Libya yang diakui PBB, di Berlin. Demikian Anadolu Agency melaporkan dikutip MINA, Rabu (8/5)

“Kanselir telah menyerukan agar kembali ke proses politik di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata juru bicara Merkel, Steffen Seibert, dalam sebuah pernyataan.

“Dia menyambut usulan utusan khusus PBB untuk gencatan senjata di Libya selama Ramadhan,” tambah Seibert.

Baca Juga: Militer Israel Akui Kekurangan Tentara dan Kewalahan Hadapi Gaza  

Al-Sarraj yang memimpin Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB, mengunjungi Berlin sebagai bagian dari tur diplomatik ke ibu kota negara-negara Eropa untuk mencari dukungan.

Sejak awal April, Komandan Khalifa Haftar yang berafiliasi dengan pemerintah saingan yang berbasis di timur negara itu, meluncurkan operasi militer dengan tujuan untuk mengepung Tripoli, di mana GNA berkantor pusat.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), selama enam pekan terakhir, setidaknya 392 orang tewas, sementara 2.000 lainnya terluka.

Libya dilanda gejolak sejak Muammar Khaddafi digulingkan dan terbunuh dalam pemberontakan yang didukung NATO pada 2011.

Baca Juga: Netanyahu Akan Tetap Serang Lebanon Meski Ada Gencatan Senjata

Sejak itu, perpecahan politik Libya menghasilkan dua kursi kekuasaan saingan satu di Al-Bayda dan satu lagi di Tripoli – bersama dengan sejumlah kelompok milisi bersenjata berat. (T/R03/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Agresi Israel Hantam Pusat Ibu Kota Lebanon

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Internasional
Palestina