SELURUH WARGA PALESTINA HARUS IKUT PEMILU

Dr.-Esam-Adwan

Dr.-Esam-AdwanGaza, 4 Rabiul Akhir 1434/14 Februari 2013 (MINA) – Ketua Divisi Urusan Pengungsi di gerakan Islam Hamas (DRAH), Dr. Esam Adwan, menyatakan, semua warga Palestina di mana pun berada harus mengikuti pemilu yang akan diselenggarakan beberapa bulan mendatang. Adwan menekankan, faksi-faksi Palestina mempunyai tugas nasional untuk menyelenggarakan pemilu di semua tempat dimana warga Palestina berada.

Dalam siaran pers melalui website resminya, Ia mencatat tugas tersebut perlu segera dilaksanakan melalui koordinasi dengan negara-negara tuan rumah pengungsi Palestina dan mengelola proses pemilu dengan negara-negara tersebut. Ia meminta semua negara tuan rumah pengungsi Palestina untuk memungkinkan warga Palestina berpartisipasi dalam pemilu dewan Nasional.

Adwan juga meminta komite nasional yang akan dibentuk, dimana misinya akan membujuk Jordan, Libanon dan negara-negara Teluk Arab untuk memungkinkan warga Palestina yang ada di wilayah itu dapat berpartisipasi dalam pemilu Palestina serta melaksanakan seluruh proses pemilu tersebut, mendorong partisipasi warga Palestina dan hak untuk memberikan suara.

Dia menekankan pada penting dan perlunya memungkinkan warga Palestina di wilayah Yordania untuk berpartisipasi dalam pemilu dewan nasional Palestina. Selain itu, Adwan mencatat, prosedur tersebut adalah bukti jelas bahwa Jordan begitu memperhatikan Palestina dan rakyatnya. Ia menjelaskan upaya yang dilakukan Yordania itu akan sangat dihargai oleh semua warga Palestina, menambahkan hal itu akan mempersiapkan situasi untuk membentuk perserikatan antara Palestina dan Yordaniaia dalam waktu terdekat.

Dia menerangkan Yordania melakukan kesepakatan dengan PLO dan faksi-faksi Palestina lainnya agar tidak mengulangi partisipasi warga Palestina dan untuk menghindari penggandaan dalam keanggotaan badan eksekutif dan legislatif.

Adwan melanjutkan Yordania diharapakan dapat  memfasilitasi proses pemilu melalui kesepakatan dengan PLO yang mengatur hubungan pemilu, hak dan kewajiban pemilih. Dia menekankan, Yordania telah memberikan kepercayaan kepada komite Pemilu Palestina untuk mengawasi proses pemilu Dewan Nasional Palestina, dengan salinan Daftar pemilih Palestina yang diberikan dan mengijinkan komite mendata warga yang belum pernah mengikuti pemilu.

Komite Pemilu Palestina membuka pendaftaran pemilih di Tepi Barat dan Gaza dengan menempatkan sebanyak 347 tempat pendaftaran di Tepi Barat dan 257 lainnya di Gaza yang dimulai pada 11 Februari sampai 19 Februari.

Hasil sementara pendataan pemilih yang dilakukan Komite Pemilu Palestina, Senin (11/2), menempatkan sekitar 16.000 orang yang terdaftar untuk memberikan suara di Jalur Gaza. Petuga Komite Pemilu Palestina mengatakan, Setelah pendataan pemilih selesai, Komite mengambil waktu empat hingga enam minggu untuk memasukkan data baru yang diperoleh ke dalam database, setelah itu daftar pemilih akan siap untuk digunakan.

Memperbarui daftar pemilihan di Gaza menghilangkan hambatan utama rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah. Adwan menyimpulkan, kegagalan untuk melibatkan seluruh warga Palestina yang berada di luar negeri untuk melaksanakan pemilu Dewan Nasional berarti mendapatkan hal itu lemah dan terpinggirkan.

Penampung Pengungsi Terbesar

Sejak  David Ben Gurion, pemimpin kelompok teroris Zionis ekstrim Haganah, secara sepihak memproklamirkan berdirinya “Negara Zionis Israel” pada 14 Mei 1948, Israel semakin meluaskan tindakan teror dengan membunuh anak-anak, wanita, dan kaum tua, serta menghancurkan rumah-rumah penduduk. Sebagian besar warga Palestina mengungsi ke daerah perbatasan seperti Libanon, Suriah, Yordania, Mesir, Yaman dan beberapa Negara Teluk.

Yordania menerima arus pengungsi Palestina selama lebih dari 6 dasawarsa, menjadikannya sebagai salah satu penampung pengungsi terbesar dunia. Terdapat 10 kamp pengungsi Palestina di Yordania yaitu Kamp Pengungsi al Husain, Kamp Pengungsi al Thalibiya, Kamp Pengungsi Irbid, Kamp Pengungsi Suf, Kamp Pengungsi al Buq’ah, Kamp Pengungsi al Zarqa’, Kamp Pengungsi al Hishn (Azmil Mufti), Kamp Pengungsi al Wahadat, Kamp Pengungsi Marika, Kamp Pengungsi Jirsy

Kamp Pengungsi al Buq’ah merupakan kamp pengungsi yang paling terbesar dan selanjutnya adalah Kamp Pengungsi al Wahadat. Jumlah total pengungsi Palestina di Yordania yang terdaftar di UNRWA tahun 2012 dengan jumlah mencapai 1 juta 979 ribu 580 jiwa. Pengungsi Palestina juga tersebar di negara-negara tetangga, seperti di Libanon (jumlah pengungsi sekitar 436.154 jiwa) dan Syiria (sekitar 486.946 jiwa), dan negara-negara Arab lainnya.(T/P02/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments: 0