Sembilan Pemukim Yahudi Luka oleh Penembakan di Al-Quds

(Foto: Yonatan Sindel/Flash90)

Al-Quds, MINA – Setidaknya sembilan pemukim Yahudi Israel terluka, beberapa kritis, setelah seorang penyerang bersenjata melepaskan tembakan ke sebuah bus dan di lokasi lain di kota Al-Quds, Yerusalem Timur yang diduduki pada Sabtu malam (13/8).

Laporan awal oleh media Israel menunjukkan bahwa ada dua serangan di dua lingkungan terpisah di Al-Quds yang diduduki, Press TV melaporkan.

Mereka mengatakan, tembakan ditembakkan ke arah bus di jalan dekat Tembok Barat dan juga di tempat parkir di luar salah satu gerbang Kota Tua Al-Quds.

Beberapa jam kemudian, Channel 12 Israel melaporkan bahwa operasi itu kompleks dan terjadi di tiga tempat terpisah, karena menargetkan bus Israel, lalu kendaraan, dan akhirnya pemukim pejalan kaki.

Jaringan berita Kan Israel mengatakan, operasi itu dilakukan oleh seorang pria bersenjata yang melepaskan 10 tembakan dalam waktu 10-15 detik, menargetkan sebuah bus dan dua kendaraan, lalu mundur dari tempat kejadian.

Laporan tersebut mencatat bahwa setelah penembakan itu, pasukan Israel telah mencegah semua pemukim keluar melalui Tembok al-Buraq di Al-Quds.

Sumber-sumber Palestina mengatakan, sejumlah besar pasukan Israel telah menyerbu lingkungan Silwan di Al-Quds, mencari penyerang.

Mereka menambahkan bahwa Israel juga menerbangkan drone di atas lingkungan Silwan untuk mencari penyerang yang masih buron.

Gerakan perlawanan Hamas di Gaza bereaksi terhadap operasi Al-Quds. Penguasa Gaza itu menggambarkannya sebagai reaksi alami oleh orang-orang Palestina terhadap tindakan agresi yang dilakukan oleh pemukim Israel dan kejahatan sehari-hari mereka terhadap “rakyat kami, tanah kami, dan tempat-tempat suci kami.”

Juru Bicara Hamas Fawzi Barhum mengatakan, “Langkah-langkah penindasan penjajah dan intensifikasi langkah-langkah keamanan terhadap rakyat kami di Al-Quds tidak akan melemahkan tekad mereka.”

Sebanyak 74 warga Palestina, termasuk 37 anak-anak Palestina, telah terbunuh sepanjang tahun ini, korban banyak akibat dari penggunaan kekuatan mematikan oleh otoritas Israel yang digambarkan oleh Kantor Hak Asasi Manusia PBB di Wilayah Pendudukan sebagai pelanggaran HAM dan hukum internasional. (T/RI-1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)