Seminar ASEAN Pattani: Lima Langkah Mewujudkan Masyarakat Islami

Imaam Yakhsyallah Mansur (tengah) memberikan ceramah di seminar ASEAN, Pattani. (dok.)

Yala, 15 Jumadil Akhir 1438/14 Maret 2017 (MINA) – Ada lima langkah untuk mewujudkan masyarakat Islami yang bisa diterapkan di dunia, khususnya di negara ASEAN, kata Yakhsyallah Mansur Pembina Kampung Internasional Indonesia.

“Langkah pertama, menyadarkan kaum muslimin tentang urgensi hidup berjamaah di bawah satu kepemimpinan,” kata Yakhsyallah dalam seminar ASEAN di Yala, Pattani Selasa (14/3). Demikian yang dilaporkan langsung oleh wartawan Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Arief Rachman.

Menurutnya, hidup berjamaah adalah sebuah syariat yang wajib dilaksanakan untuk terwujudnya sebuah masyarakat Islami sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasalam dari Hudzaifah, “Talzamu Jama’atul Muslimin wa Imaamahum” yang artinya tetaplah kamu dalam Jamaah Muslimin dan Imaam mereka.

Langkah kedua, menumbuhkan jiwa berkorban untuk meraih hidup yang lebih baik.

Sementara itu, langkah ketiga untuk mewujudkan masyarakat Islami adalah memilih tempat yang kondusif untuk terlaksananya kehidupan yang Islami.

Memilih keluarga yang siap menderita dalam berjuang menegakkan kebenaran, merupakan langkah yang juga harus ditempuh untuk mendukung terciptanya suatu masyarakat yang Islami.

“Tidak ada jihad yang tidak menderita, karena asal kata dari jihad sendiri adalah susah payah,” tambahnya.

Dalam seminar itu Yakhsyallah juga menjelaskan bahwa tujuan terciptanya masyarakat Islami adalah untuk mewujudkan pribadi, rumah tangga dan masyarakat Islam, agar mempermudah melaksanakan ibadah secara berjamaah, guna melindungi kaum muslimin dari pengaruh negatif, budaya yang tidak islami.

“Jika ini terwujud akan membantu pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat jasmani dan rohani agar tercipta ajaran Islam yang rahmatan lil alamin,” jelasnya.

Seminar ini merupakan rangkaian acara tahunan dari Maulid Nabi selama sepuluh hari yang dihadiri sekitar 2.000 peserta dari berbagai negara, antara lain Malaysia, Thailand, Indonesia. Program yang digagas oleh Majelis Agama Yala mengundang Imaam untuk menjadi pembicara di beberapa acara di antaranya Diskusi Panel yang membahas Kondisi Umat Islam Sedunia yang diikuti oleh 2.500 peserta, seminar pendidikan yang dihadiri oleh 2.000 guru tingkat SD setingkat provinsi dan seminar ASEAN dengan 1.500 peserta.

Rencananya, setelah penutupan seluruh rangkaian acara hari ini, Selasa, Imaamul Muslimin akan melanjutkan dakwahnya ke Kuala Lumpur Malaysia. (L-Arief/P3/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)