Senator AS Berupaya Blokir Penjualan Senjata Trump ke Arab Saudi dan UEA

Senator AS Todd Young dari Republika. (Foto: Getty Images/Chip Somodevilla)

Washington, MINA – Sekelompok bipartisan dari tujuh senator AS yang berpengaruh mengatakan pada Rabu (5/6), mereka bermaksud memaksakan pemungutan suara Kongres atas 22 resolusi yang akan memblokir penjualan senjata AS yang ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo telah memberi tahu Kongres pada 24 Mei lalu, administrasi Presiden Donald Trump mengumumkan darurat keamanan nasional untuk menghapuskan tinjauan Kongres terhadap penjualan senjata ke Arab Saudi dan UEA senilai 8,1 miliar dolar.

Pompeo mengutip ketegangan militer dengan Iran untuk deklarasi darurat, mendorong para senator membantah keabsahan klaim Pompeo.

“Kongres memiliki peran pengawasan yang penting dalam keputusan untuk menjual senjata dan kami harus memastikan prosedur yang tepat dalam setiap pengiriman senjata,” kata Senator Todd Young, anggota tim kepemimpinan Republik di Senat, demikian Al Jazeera melaporkan.

“Mengingat krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Yaman, kami memiliki kewajiban untuk memastikan pagar yang memadai ada di sana, dan transfer senjata ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab tidak memperburuk konflik,” kata Young.

Ia menambahkan bahwa dugaan ancaman dari Iran “jangan membenarkan” pemerintahan Trump mengesampingkan Kongres.

Kongres telah berulang kali memblokir penjualan peralatan militer tertentu ke Arab Saudi dan UEA, merujuk pada angka kematian warga sipil yang besar dari operasi udara Arab Saudi-UEA di Yaman, serta pelanggaran hak asasi manusia.

Senator lainnya juga berjanji untuk memblokir pengiriman senjata, termasuk senator Republik Lindsey Graham dan Rand Paul, serta dari Demokrat Bob Menendez, Chris Murphy, Patrick Leahy dan Jack Reed.

Kelompok itu mengatakan, pihaknya memperkenalkan 22 resolusi terpisah dari ketidaksetujuan untuk masing-masing 22 sistem senjata berbeda yang disetujui administrasi Trump untuk dikirim ke Arab Saudi, UEA dan Yordania. (T/RI-1/R06)

 

Mi’raj News Agency (MINA)