SEORANG LAGI WARGA PALESTINA MENINGGAL DUNIA

Tentara Israel bersenjata lengkap menyerang sekelompok demonstran Palestina. (Foto: MOH.ps)
Tentara Israel bersenjata lengkap menyerang sekelompok demonstran Palestina. (Foto: MOH.ps)

Ramallah, 3 Muharram 1437/16 Oktober 2015 (MINA) – Kementerian Kesehatan Palestina, mengumumkan seorang warga Shawki Jamal Jaber Obeid, 37, dari Jabalya, meninggal, Jumat (16/10) pagi, akibat luka-luka yang dideritanya dalam bentrokan dengan Pasukan pendudukan Israel di Beit Hanoun, perbatasan Gaza, Jumat pekan lalu.

Kematian Shawki menambah jumlah korban warga Palestina yang meninggal dunia akibat serangan peluru dari pasukan pendudukan Israel sejak awal Oktober, sampai berita ini ditulis, menjadi 35 orang, demikian Kantor Berita Palestina WAFA melaporkan sebagaimana dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Kemenkes Palestina juga melaporkan, lebih dari 1.500 warga Palestina lainnya terluka terkena peluru dari pasukan pendudukan Israel

Kemenkes Palestina mengatakan dalam laporan terakhirnya, di antara 35 warga Palestina yang meninggal termasuk tujuh anak. Sejumlah 19 warga Palestina meninggal dunia di Tepi Barat termasuk Al-Quds, dan 11 warga dari Jalur Gaza.

Sementara sekitar 4.000 warga dirawat karena menderita efek dari menghirup gas air mata yang ditembakkan pasukan pendudukan Israel menargetkan demonstran Palestina.

Sebelumnya, pasukan Israel menembak dan membunuh seorang Palestina dari Kamp Pengungsi Duheisha, Selasa (13/10) malam dalam bentrokan di pintu masuk utara Bethlehem, kata petugas medis.

Mutaz Ibrahim Zawahreh, 27, tertembak peluru di bagian dada dan dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis, sumber medis di Rumah Sakit Bethlehem Governmental mengatakan kepada media setempat.

Zawahreh dilarikan ke ruang operasi tapi tidak tertolong lagi, mereka menambahkan.

Dua warga Palestina tewas Selasa setelah ditembak mati oleh tentara Israel. Dua warga Palestina tewas setelah menyerang warga sipil Israel pada bus di Armon HaNatziv, di pusat Israel, menewaskan tiga warga Israel dan melukai sedikitnya 18 lainnya.

Dalam serangan terpisah pada Selasa pagi, seorang pria Palestina berusia 22 tahun diduga menusuk seorang pemukim ilegal Israel berusia 32 tahun pukul 09:00 waktu setempat di dekat stasiun bus di kota jajahan Israel ’Ra’anana’.

Pria Palestina itu kemudian ditembak oleh beberapa pemukim ilegal Israel dan menderita luka parah.

Sebuah dugaan serangan ketiga oleh warga Palestina terhadap pemukim ilegal Israel masih belum jelas – kejadian mungkin saja akibat kecelakaan lalu lintas, meskipun klaim Israel bahwa pengemudi Palestina sengaja melajukan mobilnya ke arah pemukim Israel.

Bentrokan Selasa dilaporkan di berbagai bagian Tepi Barat dan Gaza. Di wilayah pesisir, sejumlah 50 warga sipil terluka ketika tentara Israel menyerang demonstran di daerah perbatasan di utara dan tengah Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, Selasa lalu, sedikitnya 33 warga Palestina telah terluka dalam bentrokan yang sedang berlangsung antara pemuda setempat dan menyerang tentara Israel di Tepi Barat. Di antara yang terluka ada 14 anak.

Bentrokan dilaporkan di pusat kota Ramallah, Tepi Barat, Nablus di Tepi Barat utara, dan di kota-kota Tepi Barat selatan Bethlehem dan Hebron.

Menurut laporan Kemenkes Palestina, di Nablus, tiga warga terluka termasuk lima terkena peluru yang ditembakkan tentara Israel. Saat di Ramallah lima warga sipil terluka oleh peluru dan empat lainnya terkena peluru baja berlapis karet dari tentara Israel.

Sementara di Hebron delapan warga terluka, tiga warga terkena peluru dan lima lainnya terkena peluru baja berlapis karet sebagai pasukan Israel menyerang demonstran di sana. Di Betlehem delapan warga dirawat karena efek dari menghirup gas air mata, Kemenkes Palestina pada Selasa.

Awal pekan ini, Asosiasi Tahanan Palestina mengatakan sedikitnya 400 warga Palestina telah diculik pasukan Israel dalam sepuluh hari terakhir.

Asosiasi mengatakan hampir setengah dari mereka yang diculik adalah warga Palestina berusia antara 14 hingga 20 tahun.

Asosiasi Tahanan mencatat, penculikan kebanyakan terjadi di Al-Quds Timur dan di daerah yang dikuasai Otoritas Palestina, juga dikenal sebagai daerah A.(T/R05/P2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0