Seorang Muslimah Insinyur Gaza Ciptakan Kacamata Pintar Untuk Disabilitas Pendengaran

Gaza, MINA – Seorang Muslimah insinyur warga Palestina di Jalur Gaza berhasil menciptakan kacamata pintar untuk penyandang disabilitas pendengaran.

Melalui lensa khusus pada kacamata dapat mendeteksi suara dan mengubahnya menjadi bahasa tulisan.

Nadia Zuhair Al-Khatib, lulusan Fakultas Teknologi Informasi dari Universitas Islam Gaza, menemukan kacamata ini, sebagai bagian dari proyek kelulusannya dari kampusnya tahun 2020-2021.

Kepada media Quds Press, Senin (5/7), ia mengatakan, eksperimen dalam membuat kacamata pintar itu dimulai ketika ia mulai mengembangkan ide untuk proyek kelulusannya.

“Proyek kelulusan saya tidak boleh hanya sebuah proyek, tapi harus menjadi proyek nyata dan bermanfaat untuk kelompok tertentu,” ujar Nadia.

Dia berharap proyek kelulusannya dapat menjadi pesan yang penting dan akan melayani jutaan orang.

“Saya memiliki pesan dan minat bahwa setiap proyek saya harus menjadi pesan cinta dan perdamaian kepada dunia, termasuk orang-orang dengan kebutuhan khusus,” ujarnya.

Dia menceritakan, awal penemuannya berdasarkan surveinya saat bergaul dengan mereka yang berkebutuhan khusus. Mereka merasakan tingkat kelelahan, rasa sakit dan isolasi yang mereka derita, selain kurangnya penemuan yang ditawarkan dan bantuan kepada mereka.

Dengan membantu mereka memahami orang lain dengan menerjemahkan suara orang-orang yang berbicara ke dalam bahasa tertulis, tentu sangat membantu mereka, imbuhnya.

Dia menyebutnya sebagai “Kacamata Telinga Perdamaian”, yang terpasang pada perangkat kecil berukuran saku untuk menerjemahkan suara dan percakapan orang melalui mikrofon yang terpasang pada kacamata, ke dalam bahasa tertulis yang ditampilkan dan dipantulkan pada lensa kacamata, untuk dibaca.

“Kacamata dirancang dengan aksesori yang sesuai sehingga tidak menghalangi penglihatan, tidak mempengaruhi mata, dan cocok untuk memfasilitasi komunikasi dengan mereka yang tidak dapat mendengar,” imbuhnya.

Ia sedang mencari sponsor karena kelangkaan dan keterbatasan sumber daya dan suku cadang.

Ia bertekad untuk mengembangkannya sehingga dapat menjangkau 466 juta orang dengan kebutuhan pendengaran. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)