Sepertiga Pemuda Israel Hindari Wajib Militer dengan Berbohong

Tel Aviv, MINA – Sepertiga dari pemuda Israel dan 44 persen wanita menghindari wajib militer. Menurut laporan surat kabar Yedioth Ahronoth dikutip MINA, Selasa (21/1).

Menurut laporan tersebut, sebagaimana palestinepost24 melaporkan, pemuda Israel menghindari wajib militer dengan berbohong agar terlepas dari wajib militer.

Menurut peraturan Israel, setiap orang yang standar kesehatannya kurang dari 21 poin, akan dibebaskan dari wajib militer.

Beberapa berpura-pura menderita gangguan mental agar memperoleh nilai rendah. Hal tersebut dilihat oleh tentara Israel sebagai tindakan yang sangat berbahaya.

Kepala Direktorat Personalia Angkatan Darat, Jenderal Moti Almoz mengirim surat kepada petugas kesehatan mental mengenai masalah tersebut, menekankan bahwa setiap pembebasan atas kesehatan mental individu harus dilakukan atas dasar profesional dan bertanggung jawab.

Yedioth Ahronoth juga mencatat bahwa, jumlah penghindar terus meningkat. Pada 2007 tercatat 25 persen dan kemudian naik secara bertahap dari 26,9 persen pada 2015 menjadi 30 persen pada 2018, mencapai 32,9 persen tahun lalu.

Selain itu, surat kabar tersebut juga menerbitkan laporan rahasia yang mengungkap bahwa batalion intelijen militer ke-319 mengalami kekurangan besar yang membuatnya tidak mampu memasuki pertempuran. Ada juga kekurangan kendaraan militer yang digunakan untuk mentransfer peralatan. (T/R12/P1).

Mi’raj News Agency (MINA).