Serangan DBD di Aceh Barat Daya Capai 131 Kasus

Banda Aceh, MINA – Kasus Demam Berdarah Dengeue (DBD) di wilayah kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh terus mengalami peningkatan sepanjang tahun 2019. Bahkan selama tahun ini sudah sebanyak 131 kasus DBD yang menyerang warga di kabupaten tersebut, Rabu (20/3).

“Sepanjang 2019 kita telah menangani pasien DBD mencapai 131 kasus,” kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Peukan Aceh Barat Daya, Adi Arulan Munda.

Dirinya menjelaskan, pada bulan Januari hingga Februari 2019, jumlah pasien penderita DBD yang dirawat di RSUD Tengku Peukan mencapai sekitar 74 orang.

Kasus tersebut meningkat lagi pada Maret 2019, jumlah pasien penderita DBD yang dirawat di RSUD Teuku Peukan naik menjadi 57 pasien.

” Dalam kurun waktu 19 hari ini saja, jumlahnya sudah mencapai 57 orang. Jadi, bila kita jumlahkan semuanya sekitar 131 pasien sepanjang 2019,” katanya.

Meskipun pasien yang terserang penyakit DBD tergolong tinggi dengan trombosit rata – rata dibawah 100, namun, hingga saat ini belum ada laporan penderita DBD yang meninggal dunia akibat serangan penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk itu.

“Pasien penderita penyakit DBD di Aceh Barat Daya rata-rata adalah anak-anak di bawah umur, sementara dari lokasi kebanyakan pasien dari kecamatan Susoh,” jelasnya.

Sementara itu kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat Dayab, Safliati, saat dihubungi mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi meningkatnya kasus penyakit DBD tersebut.

Mulai dari upaya fogging memberantas nyamuk aedes aegypti, jpihaknya juga telah melakukan sosialisasi dengan mengunakan mobil ambulans Puskemas ke seluruh pedesaan di Kabupaten Aceh Barat Daya.

“Kita sudah sosialiasi sejak januari 2019. Imbauan kebersihan lingkungan juga telah kita keluarkan melalui Camat, begitu juga dengan fogging sampai sekarang masih berjalan,” tuturnya. (L/AP/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)