Serangan Drone AS Tewaskan Dua Militan Yaman

A man walks past a graffiti, denouncing strikes by U.S. drones in Yemen, painted on a wall in Sanaa November 13, 2014. Yemeni authorities have paid out tens of thousands of dollars to victims of drone strikes using U.S.-supplied funds, a source close to Yemen's presidency said, echoing accounts by legal sources and a family that lost two members in a 2012 raid. REUTERS/Khaled Abdullah (YEMEN - Tags: CIVIL UNREST MILITARY POLITICS SOCIETY TPX IMAGES OF THE DAY) *** Local Caption *** Seorang warga melintas di depan sebuah grafiti, yang mengecam serangan pesawat nirawak Amerika Serikat di Sanaa, Yaman, Kamis (13/11). Pejabat Yaman memberikan puluhan ribu dolar kepada para korban serangan pesaat nirawak yang didanai AS, kata seorang sumber yang dekat dengan kepresidenan Yaman. ANTARA FOTO/REUTERS/Khaled Abdullah/ox/14.
Grafiti drone AS di salah satu sudut kota di Yaman. (Foto: blj)

Shana’a, 11 Rabi’ul Akhir 1437/21 Januari 2016 (MINA) – Sebuah serangan drone (pesawat tanpa awak) diyakini dilakukan oleh Amerika Serikat (AS), telah menewaskan sedikitnya dua militan di Yaman Tenggara, sumber militer mengatakan pada Rabu (20/1) waktu setempat.

“Korban yang belum diketahui identitasnya diduga militan Al-Qaeda,   sedang dalam perjalanan di dalam kendaraan dari kota Qatn, Provinsi Hadramaut, ketika mereka menjadi sasaran,” kata sumber, seperti disebutkan media setempat Middle East Eye.

AS adalah satu-satunya negara yang dikenal dalam operasi drone bersenjata di wilayah Yaman, yang dianggap AS sebagai tempat afiliasi paling berbahaya Al-Qaeda.

Hingga kini aksi saling serang antara kelompok militan Houthi yang menguasai ibukota dengan pasukan pro-pemerintah masih terus berlangsung.

Sementara militan Al-Qaeda memanfaatkan kekacauan dengan memperketat aktivitasnya pada bagian Yaman tenggara, dengan merebut Mukalla, ibukota provinsi Hadramaut, sejak April 2015.

Koalisi yang dipimpin Saudi mendukung pasukan pro-pemerintah memerangi Houthi dan sekutu mereka, ternyata sejauh ini belum efektif menargetkan militan.

Salah satu sumber Yaman mengatakan, serangan drone AS terjadi setelah sebelumnya tentara bayaran di Yaman menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak mata-mata yang terbang di atas ibukota, Sana’a.

AS melakukan serangan udara dengan menggunakan drone pembunuh di Yaman dan beberapa negara Muslim lainnya, termasuk Pakistan dan Afghanistan.

Washington mengklaim drone menargetkan militan Al-Qaeda. Namun sumber-sumber lokal mengatakan warga sipil telah menjadi korban utama dari serangan dalam berbagai kasus.

Serangan drone AS terus digencarkan bersama agresi militer Saudi terhadap Yaman, yang dimulai sejak akhir Maret 2015.

Akibat serangan koalisi dan AS ke negara miskin itu, lebih dari 7.500 warga tewas dan lebih dari 14.000 lainnya luka-luka.

Serangan militer Saudi dimaksudkan untuk melemahkan gerakan Houthi Ansarullah dan mengembalikan kekuasaan kepada mantan presiden Abd Rabb Mansur Al-Hadi, yang adalah sekutu setia Riyadh. (T/P4/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

http://middleeasteye.net/news/drone-strike-kills-two-qaeda-suspects-yemen-325059716#sthash.vuGWiTv1.dpuf

http://presstv.ir/Detail/2016/01/20/446569/Yemen-Sanaa-Saudi-Arabia-US-Qatn-alQaeda-Hadhramaut-/