Serangan Israel ke Rafah, Mesir Tingkatkan Keamanan di Perbatasan

Tank Mesir dikerahkan di dekat perbatasan Rafah utara Mesir dengan Gaza pada 27 November 2023. (Photo: KHALED DESOUKI/AFP via Getty Images)

, MINA – telah mengirimkan sekitar 40 tank dan pengangkut personel lapis baja ke timur laut dalam duapekan terakhir sebagai bagian dari serangkaian tindakan untuk meningkatkan keamanan di perbatasannya dengan Gaza, kata dua sumber keamanan Mesir.

Dikutip dari Memo, Sabtu, (10/2), pengerahan tersebut terjadi menjelang perluasan operasi militer di sekitar kota Rafah di Gaza selatan, di mana sebagian besar penduduknya mencari perlindungan, sehingga mempertajam ketakutan Mesir bahwa warga Palestina akan dipaksa keluar secara massal dari daerah kantong tersebut.

Pesawat-pesawat tempur Israel menyerang Rafah, yang berbatasan dengan perbatasan, pada hari Jum’at dan Perdana Menteri pendudukan Israel, Benyamin Netanyahu memerintahkan militer untuk bersiap mengevakuasi para pengungsi.

Sejak perang antara Israel dan pejuang Gaza meletus pada 7 Oktober, Mesir membangun tembok perbatasan beton yang tingginya enam meter dan di atasnya dipasang kawat berduri. Mereka juga telah membangun tanggul dan meningkatkan pengawasan di pos-pos perbatasan, kata sumber keamanan.

Bulan lalu, layanan informasi negara Mesir merinci beberapa tindakan yang diambil di perbatasannya sebagai tanggapan atas tuduhan pendudukan Israel bahwa Hamas telah memperoleh senjata yang diselundupkan dari Mesir. Tiga garis penghalang membuat penyelundupan melalui darat atau bawah tanah menjadi mustahil, katanya.

Citra satelit dari bulan Januari dan Desember menunjukkan beberapa pembangunan baru di sepanjang 13 km (8 mil) perbatasan dekat Rafah dan perluasan tembok ke tepi laut di ujung utaranya.

Sementara pihak berwenang Mesir dan Israel tidak menanggapi permintaan komentar terhadap informasi tersebut.

Langkah-langkah baru ini diambil setelah perluasan keamanan di Sinai utara ketika militer Mesir mengkonsolidasikan cengkeramannya terhadap pemberontakan yang meningkat satu dekade lalu.

Jauh sebelum perang di Gaza pecah, Mesir mengatakan pihaknya telah menghancurkan terowongan-terowongan yang menjadi jalur penyelundupan ke Gaza sebelumnya, dan telah membersihkan zona penyangga di dekat perbatasan.

Saat mendekati Perlintasan Rafah dengan Gaza, sisa-sisa rumah yang hancur terlihat bersama dengan tembok beton bermil-mil yang dibangun sejajar dengan laut dan di dekat jalan dekat perbatasan.

Mesir dan pendudukan Israel telah hidup damai selama lebih dari empat dekade dan, dalam beberapa tahun terakhir, telah memperluas hubungan melalui ekspor gas alam Israel dan koordinasi keamanan di sekitar perbatasan bersama dan Jalur Gaza.

Keduanya telah mempertahankan blokade terhadap Gaza, dengan ketat membatasi pergerakan orang dan barang melintasi perbatasannya, setelah Hamas menguasai wilayah tersebut pada tahun 2007.

Namun hubungan tersebut berada di bawah tekanan karena operasi militer pendudukan Israel saat ini di Gaza, yang dilakukan sebagai pembalasan atas serangan pejuang Gaza terhadap pendudukan Israel pada tanggal 7 Oktober.

Mesir telah berulang kali memperingatkan kemungkinan bahwa serangan pendudukan Israel dapat mengusir warga Gaza yang putus asa ke Sinai. Mesir juga marah atas saran pendudukan Israel bahwa mereka akan mengambil kembali kendali penuh atas koridor perbatasan Gaza-Mesir untuk memastikan demiliterisasi Wilayah Palestina.

Israel akan mencoba mengorganisir pergerakan pengungsi Palestina ke utara di Gaza sebelum operasi militer apa pun di sana, kata pejabat itu.

Mesir juga menyalahkan Israel karena membatasi pengiriman bantuan ke Gaza, di mana risiko kelaparan meningkat dan para pekerja bantuan telah memperingatkan penyebaran penyakit. (T/B03/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)