Serangan Roket Sderot Picu Permintaan Operasi Militer Besar-besaran di Gaza

Seorang rabi di sekolah agama Israel di Sderot sedang melihat kerusakan gedung setelah terkena roket dari Gaza, Palestina, Kamis, 13 Juni. (Foto: AP/Safrir Abayov)

Sderot, MINA – Serangan roket kelompok perlawanan Palestina ke Sderot pada Kamis (13/6) memicu permintaan operasi militer besar-besaran di Gaza oleh politisi Israel.

Sebuah sekolah agama di Israel selatan terkena roket yang diluncurkan dari wilayah Palestina yang diblokade.

Dua rudal di luncurkan pada Kamis yang mematahkan situasi relatif tenang dalam satu bulan menuju eskalasi skala pemuh.

Mantan Kepala Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Benny Gantz dan mantan Menteri Pertahanan Avigdor Lirberman, menyerukan tindakan keras terhadap kelompok Hamas yang memerintah Gaza, demikian Times of Israel melaporkan.

Gantz, Ketua Partai Biru dan Putih, mendesak “serangan intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya,” termasuk menargetkan para pemimpin Hamas.

“Setelah itu, memanfaatkan ketenangan untuk inisiatif politik dengan pengaruh ekonomi, prakarsai gencatan senjata dengan mediasi internasional, dan jangan biarkan Hamas mendikte itu,” kata Gantz.

Belum ada kelompok Palestina yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ke Sderot, tetapi militer Israel umumnya menganggap Hamas bertanggung jawab atas setiap kekerasan yang berasal Gaza.

Tidak ada tanggapan militer terhadap serangan roket pada Kamis tengah malam. Belum ada pernyataan resmi pemerintah, termasuk dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. (T/RI-1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)