Washington, MINA – Insiden penyerangan terhadap masjid di Amerika Serikat melonjak hingga 183 persen dalam beberapa tahun terakhir, mencerminkan meningkatnya gelombang Islamofobia yang mengkhawatirkan di negara tersebut.
Lonjakan itu terungkap dalam laporan terbaru Dewan Hubungan Amerika-Islam (Council on American-Islamic Relations/CAIR), sebuah lembaga pemantau hak-hak sipil Muslim yang mencatat semakin banyak aksi intimidasi, vandalisme, hingga ancaman terhadap rumah ibadah umat Islam. Anadolu melaporkan, Rabu (29/7).
Laporan tersebut menunjukkan bahwa masjid tidak lagi hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga sasaran kebencian berupa perusakan fasilitas, penyebaran pesan bernada anti-Islam, hingga ancaman kekerasan terhadap jamaah.
Sejumlah pengurus masjid di berbagai negara bagian mengaku terpaksa meningkatkan sistem keamanan, termasuk memasang kamera pengawas dan memperketat pengamanan saat pelaksanaan ibadah.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Selain meningkatnya serangan terhadap masjid, organisasi pembela hak-hak sipil Muslim juga mencatat bertambahnya kasus diskriminasi terhadap warga Muslim di tempat kerja, lingkungan pendidikan, ruang publik, dan media sosial.
Aktivis hak asasi manusia menilai meningkatnya ujaran kebencian terhadap umat Islam berpotensi memicu aksi kekerasan yang lebih luas apabila tidak ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum.
Fenomena Islamofobia di Amerika Serikat menjadi sorotan berbagai organisasi internasional dalam beberapa tahun terakhir. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berulang kali mengingatkan pentingnya langkah konkret untuk memerangi intoleransi berbasis agama serta melindungi kebebasan beragama sebagai bagian dari hak asasi manusia.
Majelis Umum PBB juga telah menetapkan 15 Maret sebagai Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia, sebagai bentuk komitmen global melawan diskriminasi terhadap umat Islam.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Meningkatnya ketegangan politik global, maraknya ujaran kebencian di media digital, serta penyebaran informasi yang menstigmatisasi Islam turut memperburuk kondisi tersebut.
Karena itu, para pemimpin agama dan organisasi masyarakat sipil menyerukan penguatan dialog antarumat beragama, pendidikan toleransi, serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kejahatan bermotif kebencian.
Komunitas Muslim di Amerika Serikat berharap pemerintah federal dan pemerintah negara bagian memperkuat perlindungan terhadap rumah ibadah serta menjamin setiap warga dapat menjalankan keyakinannya tanpa rasa takut.
Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama- sama menolak Islamofobia dan segala bentuk diskriminasi yang dapat mengancam kerukunan serta kehidupan demokrasi. []
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic