Serangan Truk Guncang Nice Perancis, 80 Tewas

Nice, 10 Syawwal 1437/15 Juli 2016 (MINA) – Sebuah truk menyerang kerumunan orang yang sedang merayakan hari libur nasional Bastille Day di selatan Kota Nice, Perancis, Kamis malam (14/7), menewaskan 80 orang dan lebih dari 100 lainnya terluka.

Aljazeera menyebutkan, pengemudi truk melalui kerumunan warga dengan kecepatan tinggi  di sepanjang jalan terkenal Promenade des Anglais daerah pinggir laut dan menghantam kerumunan massa yang sedang menonton kembang api.

“Polisi kemudian menembak dan menewaskan sopir,” kata pejabat setempat.

Christian Estrosi, Walikota Resor Perancis, mengatakan di Twitter bahwa korban tewas terbaru dari “serangan mengerikan” adalah 77 korban.

Serangan melanda pesta kembang api yang dihadiri ribuan orang, sekitar pukul 23.00 waktu setempat.

Eric Ciottio, dari Departemen Alpes-Maritime yang mencakup Nice, mengatakan truk menabrak kerumunan massa sepanjang lebih dari jarak dua kilometer.

Ciotti mengatakan pada siaran BFM TV bahwa polisi akhirnya menembak sopir, setelah terjadi tembak-menembak. Dia mengatakan truk penuh dengan senjata dan granat.

Pejabat lokal menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan kriminal yang nyata, sementara sopir belum teridentifikasi.

Warga kota Mediterania, yang dekat dengan perbatasan Italia, disarankan untuk tetap tinggal di dalam rumah.

“Saya melihat tubuh-tubuh melayang diterjang truk,” tulis jurnalis online Nice, Matin Damien Allemand, yang ketika peristiwa berada di tepi sungai.

Saat itu perayaan kembang api telah selesai dan orang-orang mulai beranjak untuk pergi, ketika itu mereka mendengar suara orang berteriak dan menangis.

“Dalam hitungan sepersekian detik, sebuah truk putih yang sangat besar datang pada kecepatan tinggi, menghantam kerumunan orang,” katanya.

Allemand, bersama dengan temannya, berlindung di restoran terdekat. Dia terus mendengar orang-orang berteriak memanggil anggota keluarganya yang tercecer. Dia pun kemudian memberanikan diri keluar dan melihat mayat, darah dan bagian tubuh sepanjang jalan.

“Malam ini adalah malam horor,” ujar Allemand.

Kantor kejaksaan Paris segera membuka penyelidikan untuk “pembunuhan, percobaan pembunuhan oleh kelompok yang terorganisir, terkait dengan teroris”. Penyelidikan sedang ditangani oleh badan intelijen Perancis dan polisi.

Seorang saksi mata mengatakan bahwa ia melihat sopir mengemudikan truk dan melakukan penembakan dari dalam truk, setelah menghantam kerumunan.

“Ada pembantaian di jalan,” ujar Wassim Bouhlel, warga Nice.

“Saya sedang menikmati kembang api Bastille Day bersama ribuan orang lain di balkon di Kota Nice,” katanya.

Ia saat itu sedang berjalan kembali setelah peluncuran kembang api selesai. Dia memandang ke arah truk yang melaju kencang menuju jalan yang ditutup karena ada kerumunan massa.

“Ada ratusan, mungkin ribuan, orang berjalan bersama,” kesaksiannya.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengeluarkan pernyataan mengutuk apa yang ia sebut sebagai “serangan teroris yang mengerikan”.

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan itu adalah “paradoks tragis”, bahwa korban serangan di Nice sedang merayakan hari “kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan”, motto Perancis, pada hari nasional negara itu.

Tusk mengunggah di jejaring sosial Tweeter foto dirinya serta para pemimpin Eropa dan Asia lainnya pada pertemuan Asia-Eropa di Mongolia, mengungkapkan belasungkawa atas korban Nice.

Presiden Perancis Francois Hollande, yang berada di selatan Perancis pada saat serangan itu, bergegas kembali ke Paris.

Kemungkinan jumlah korban tewas maupun terluka akan terus bertambah, seiring dengan penanganan lebih lanjut. (T/P4/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)