Serangan Udara Baru Targetkan Milisi Irak Pro-Iran

Protes anti-Amerika di Baghdad Irak. (Foto: dok. Nahar Net)

Baghdad, MINA – Sebuah serangan udara baru menargetkan para pejuang pro- di Irak pada Sabtu pagi (4/1), di tengah kekhawatiran perang proksi meletus antara Washington dan Teheran, sehari setelah serangan pesawat tak berawak AS menewaskan seorang jenderal Iran.

Pembunuhan terhadap Komandan Pasukan Quds Mayor Jenderal Qasem Soleimani di Baghdad pada Jumat adalah eskalasi yang paling dramatis dalam ketegangan yang meningkat antara Iran dan AS.

Duta Besar Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi mengatakan kepada CNN, pembunuhan itu adalah “tindakan perang di pihak .”

Sebuah serangan baru pada hari Sabtu menargetkan konvoi milisi Hash Al-Shaabi, sebuah jaringan paramiliter Irak yang didominasi oleh faksi-faksi Syiah yang memiliki hubungan dekat dengan Iran, demikian Nahar Net melaporkan.

Hash Al-Shaabi tidak mengatakan siapa yang dianggapnya bertanggung jawab, tetapi televisi pemerintah Irak melaporkan itu adalah .

Sebuah sumber kepolisian mengatakan kepada bahwa serangan udara itu menyebabkan “orang mati dan terluka,” tanpa memberikan jumlah korban. Tidak ada komentar langsung dari AS.

Soleimani adalah sosok yang kuat di dalam negeri dan mengawasi keterlibatan Iran dalam perjuangan kekuasaan regional – dan pasukan anti-AS.

Trump mengatakan, Soleimani telah dimasukkan daftar hitam oleh AS. Trump menuding jenderal Iran itu telah merencanakan serangan yang akan segera terjadi terhadap para diplomat Amerika.

Pembunuhannya telah mengguncang wilayah itu. Pemerintah Irak takut perang proksi terjadi antara Washington dan Teheran. (T/RI-1/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)