Serangan Udara Koalisi Saudi di Saada, 26 Tewas, Puluhan Lainnya Luka-luka

[erangan udara Saudi di Yaman (Foto: File/Naharnet)

Saada, Yaman, MINA – Sedikitnya 26 warga sipil tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan pesawat tempur koalisi Arab Saudi menghantam sebuah hotel di provinsi utara Saada pada Rabu pagi (1/11), seorang pejabat keamanan mengatakan kepada Saba yang dikutip MINA.

Saat serangan pesawat tempur terjadi, hotel sedang ramai oleh para pekerja dan pemilik toko di kawasan pasar al-Layl yang cukup populer di distrik Sahar tengah.

“Ini merupakan korban awal dari kejahatan perang baru karena jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat,” kata pejabat tersebut kepada Saba, kantor berita setempat yang dikelola kelompok Houti.

Serangan tersebut merupakan yang terbaru dalam serangkaian serangan Saudi di Yaman sejak Maret 2015. Bebera organisasi hak asasi manusia lokal dan internasional memprotes serangan yang mengakibatkan jatuhnya warga sipil.

Sebelumnya, pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi juga melancarkan serangan udara ke provinsi Hajja di barat laut Yaman pada Kamis kemarin. Serangan tersebut menewaskan seorang pemimpin milisi Houthi dan sejumlah tentara lainnya.

Seorang sumber militer Yaman mengkonfirmasi bahwa pemimpin Houthi Ibrahim Abdullah al-Moayed, salah satu komandan lapangan paling menonjol di medan perang Saada, tewas dalam serangan tersebut seperti dikutip dari Al Arabiya. Jumat (27/10).

Sebuah pernyataan komando wilayah militer kelima yang dikeluarkan oleh media center mengatakan bahwa pesawat koalisi menargetkan al-Moayad dan tentaranya di daerah Mazraq, saat menuju ke front Alba setelah menghadiri pertemuan dengan para pemimpin milisi.

Al-Moayed adalah putra pemimpin klan Houthi Abdullah al-Moayed. Dia ditunjuk sebagai wakil menteri pelayanan sipil oleh pemerintah milisi. Dia adalah orang ketiga dari saudara laki-lakinya yang membunuh orang-orang Yaman dan pemerintah mereka yang sah.

Milisi Houthi mengkonfirmasi kematian al-Moayad di situs jejaring sosial tempat foto-foto dia bersama ayahnya, yang dijuluki ‘guru’ karena dia mewakili salah satu referensi religius yang paling penting bagi Houthi. (T/B05/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)