Serbuan Pasukan Israel di Nablus Lukai 26 Warga Palestina

Nablus, MINA – Setidaknya 26 warga Palestina di Nablus terluka oleh serangan pasukan pendudukan Israel pada Senin malam (15/11), di jalan Asira Nablus.

Menurut Ahmed Jibril dari Bulan Sabit Merah menyatakan, semua mengalami cedera akibat pasukan Israel menyerbu Jalan Asira, di kota Nablus.

“Ada 26 orang semua cedera akibat setangan pasukan Israel itu,” kata pejabat yang bertanggung jawab atas ambulan dan kedaruratan ini seperti dikutip Arab 48.

Dia menambahkan, penyerbuan Jalan Asira di Nablus, mengakibatkan dua orang terluka oleh peluru tajam, satu di kaki dan yang lainnya di tangan, dan 24 orang lainnua lemas dan pingsan terkena serangan gas air mata.

Baca Juga:  Iran Selidiki Kecelakaan Helikopter yang Tewaskan Presiden Raisi

Pada Senin malam itu, pasukan Israel menyerbu Jalan Asira, untuk menangkap pemuda Abdel Hakim Shaheen, dari sebuah apartemen.

Shaheen ditembak oleh pendudukan Israel dan pasukan pendudukan mengklaim, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkannya, bahwa Shahen terlibat dalam aktivitas perlawanan terhadap pasukan Israel dan mencoba melarikan diri selama proses penangkapan.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh polisi pendudukan menambahkan, tentara menembak tersangka, akibatnya dia terluka, dan dia dipindahkan ke rumah sakit untuk perawatan. Setelah perawatan berakhir, dia akan dipindahkan untuk penyelidikan oleh polisi.

Saksi mata mengkonfirmasi, pasukan pendudukan menembakkan peluru karet dan bom gas untuk membubarkan warga Palestina yang mencoba menghadapi penyerbuan tersebut.

Jalan Asira terletak di daerah yang diklasifikasikan sebagai “A” di bawah kendali Otoritas Palestina sesuai dengan perjanjian “Oslo 2” tahun 1995, yang juga mengklasifikasikan tanah Tepi Barat sebagai “B” dan di bawah keamanan Israel, administrasi sipil dan kontrol Palestina, kemudian “C” di bawah kontrol sipil, administratif dan keamanan Israel.

Baca Juga:  Pemukim Ilegal Israel Bakar Gudang Kendaraan di Nablus

Sejak awal tahun ini, pasukan Israel melakukan 3.124 operasi pencarian dan penangkapan di Tepi Barat hingga awal November, menurut data dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan di Wilayah Pendudukan. (T/B04/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)