SERIBU PASUKAN KURDI LAWAN 3.000 ISIS DI KOBANE

Seorang pejuang Peshmerga memberi tanda V, tanda kemenangan saat konvoinya tiba di perbatasan Habur, perbatasan Turki-Irak, Jumat (31/10). (Foto: AFP/Getty)
Seorang pejuang Peshmerga memberi tanda V, tanda kemenangan saat konvoinya tiba di perbatasan Habur, perbatasan Turki-Irak, Jumat (31/10). (Foto: AFP/Getty)

Kobane, Suriah, 8 Muharram 1436/1 November 2014 (MINA) – Aktivis Suriah mengatakan, perbandingan kekuatan pejuang Kurdi dan kelompok pejuang ISIS satu banding tiga, sekitar 1.000 pejuang Kurdi Suriah menghadapi kekuatan lebih 3.000 anggota ISIS di daerah Kobane.

Sementara itu, pasukan bantuan Peshmerga Irak telah memasuki kota perbatasan Suriah itu, di mana mereka diharapkan bergabung dalam pertempuran melawan ISIS yang sudah menguasai separuh kota, Al Jazeera yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melaporkan, Ahad.

Pasukan Peshmerga masuk melalui perbatasan Yumurtalik Jumat (31/10), bersenjatakan  persenjataan berat, termasuk senapan mesin anti-pesawat dan peluncur roket mobile.

Dalam perkembangan terpisah, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan di Paris, Jumat, masyarakat internasional terlalu fokus pada pertempuran di Kobane dan dia menyerukan serangan di wilayah lain Suriah.

“Kita hanya berbicara tentang Kobane, sebuah kota di perbatasan Turki di mana hampir tidak ada yang tersisa selain 2.000 pejuang,” kata Erdogan. “Sulit untuk memahami cara ini. Mengapa pasukan koalisi terus membombardir Kobane? Mengapa pasukan koalisi tidak ingin bertindak di zona lainnya?”

Sebelumnya, sebanyak 50 tentara oposisi sekuler Suriah memasuki Kobane Rabu, dua hari sebelum Peshmerga Irak yang juga melalui Turki, dalam upaya membantu pasukan Kurdi.

Pasukan oposisi Suriah adalah anggota Tentara Suriah Merdeka (FSA), sebuah kelompok oposisi yang didukung Barat dan berusaha menggulingkan Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

Penyebaran pasukan Peshmerga dan FSA di Kobane dikecam oleh pemerintah Assad dan menuding itu sebagai tindakan agresi Turki dan “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Suriah”. (T/P001)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Wartawan: Rudi Hendrik

Editor:

Comments: 0