Serikat Pekerja Palestina Tuntut Mesir Bebaskan Nelayan yang Ditahan

Gaza, MINA – Serikat Pekerja Palestina pada Senin (5/10) meminta pihak berwenang Mesir untuk membebaskan lima nelayan Gaza, yang masih ditahan hingga sekarang.

Melalui pernyataan pers, Serikat Pekerja Palestina mengucapkan selamat kepada para nelayan; Raafat Qanan (35) dan Tariq Qanan (31) atas pembebasan mereka dari penjara Mesir setelah selama tujuh bulan menjalani penahanan.

Serikat berharap itu akan menjadi isyarat yang baik dari pihak berwenang Mesir yang mengkonfirmasikan kekuatan hubungan historis antara kedua bangsa.

Serikat pekerja seperti dikutip MINA dari Maan News mengungkapkan, nelayan dipukuli dan disiksa selama masa penahanan, hal itu melanggar hak asasi manusia.

Mereka dilarang berbicara dengan keluarga mereka selama masa penahanan, dan kondisi penahanan mereka buruk serta tidak memenuhi persyaratan hidup minimum.

Dijelaskan, pihak berwenang Mesir menjatuhkan hukuman penjara satu tahun kepada empat nelayan, yaitu Muhammad Subuh dan Mahmoud Shabana.

Keduanya ditangkap pada 22 Maret 2020, kemudian Abdel Aziz Subuh dan Anas Badwan, ditangkap Angkatan Laut Mesir pada 25 Juni 2020.

Selama dalam penahanan mereka menerima penyiksaan dan perlakuan yang kejam.

Serikat pekerja meminta pihak berwenang Mesir untuk memperlakukan nelayan sebagai saudara dan menghormati hubungan historis antara rakyat Palestina dan Mesir.

“Kami adalah satu tubuh dan bersaudara tidak dapat menyerang saudaranya, apalagi mendukung pendudukan dalam pengepungan para nelayan,” katanya.

Serikat pekerja menambahkan: “Kami telah terbiasa dengan dukungan Mesir untuk perjuangan Palestina sepanjang sejarah konflik Palestina-Israel. Itulah mengapa kami berharap pemerintah Mesir akan membebaskan para nelayan.”

Selama ini para nelayan berlayar untuk mencari mata pencaharian, dan menghindar dari kebrutalan pendudukan Israel, yang akan merampas perahu, membunuh para nelayan, dan mengejar mereka setiap hari.

Sehingga mereka menuju negara tetangga Mesir, tetapi terkejut dengan serangan terhadap mereka, bahkan terakhir mengakibatkan kematian nelayan Mahmoud dan Hassan Al-Zaazoua.

Saat ini saudara mereka yang diketahui bernama Yasser, belum dibebaskan oleh otoritas Mesir. (T/B04/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)