Setelah 60 Tahun, Pemprov DKI Bangun Rumah Ibadah Hindu Keturunan Tamil

Jakarta, MINA – Setelah penantian panjang hampir 60 tahun lamanya, masyarakat Hindu keturunan Tamil untuk pertama kalinya akan memiliki rumah ibadah sendiri.

Gubernur DKI Jakarta melakukan peletakan batu pertama rumah ibadah itu di Jl. Bedugul, Kalideres, Jakarta Barat.

“Kami di Pemprov DKI memegang prinsip sederhana yakni Republik ini berdiri untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Anies dalam sambutannya dalam acara tersebut, Jumat (14/2) pagi.

Menurut dia, dalam mengambil keputusan apapun, Pemprov DKI punya tanggung jawab menghadirkan keadilan sosial dalam wujud penyamarataan kesempatan, salah satunya adalah pembangunan rumah ibadah serta perayaaan hari besar keagamaan di Jakarta.

“Kita berharap agar proses pembangunan ke depannya diberikan kelancaran. Kita doakan berjalan baik dan bisa tuntas on schedule, on quality dan on budget. Sehingga masyarakat Hindu etnis Tamil segera dapat manfaatkan berbagai fasilitas di rumah ibadah ini,” katanya.

Pada akhir tahun lalu, Anies Baswedan menyalurkan bantuan hibah alat kremasi modern seharga Rp 1.395 miliar kepada Yayasan Hindu Graha Yadnya di Pura Segara, Cilincing, Jakarta Utara.

Anies mengungkapkan, semula Pemprov DKI sempat menawarkan bantuan berupa lahan untuk pemakaman bagi umat Hindu di Jakarta, namun ternyata mereka lebih membutuhkan alat pembakaran jenazah modern.

Melalui hibah alat kremasi tersebut, pelayanan kremasi umat Hindu di Jakarta diharapkan dapat difasilitasi dengan baik, sehingga masyarakat menjadi terbantu dalam pelaksanaan ajaran agama kepercayaannya. (L/R2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)