SHALAH: SERANGAN ISRAEL KE AL-AQSHA BUAT MALU WAJAH DUNIA

Pemimpin gerakan Islam di Palestina, Sheikh Raed Salah (Foto: MEMO)
Pemimpin gerakan Islam di Palestina, Sheikh Raed Salah (Foto: MEMO)

Al-Quds, 1 Dzulhijjah 1436/15 September 2015 (MINA) – Pemimpin Gerakan Islam di tanah Palestina, Syaikh Raed Shalah mengatakan, serangan dan pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap Masjid Al-Aqsha  telah membuat malu seluruh dunia internasional.

Shalah menegaskan, jika Israel terus menerus melakukan serangan dan pelanggaran terhadap Al-Aqsa akan terjadi apa yang disebutnya sebagai “perang terbaru terhadap Islam”.

Rencana Israel sekarang sangat jelas. Tujuan utama mereka adalah untuk melaksanakan agenda ekstrimis yang didasarkan pada pembagian dari masjid berdasarkan waktu dan tempat,” kata Syaikh Shalah sebagaimana Middle East Monitor (MEMO) melaporkan sebagaimana dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Selasa (15/9).

Dia menegaskan, rencana itu tidak akan berhasil asalkan ada “pembela” dari tempat-tempat suci umat Islam dan Kristen di Al-Quds yang diduduki.

Sementara itu, Wakil Ketua Gerakan Islam di wilayah Palestina 1948, Syaikh Kamal Al Khatib memperingatkan, Masjid Al-Aqsha akan mengalami hari yang sulit selama orang-orang Yahudi melakukan perayaan Tahun Baru Yahudi yang dimulai pada 13 September dan berlangsung hingga 5 Oktober mendatang.

Al-Khatib juga menegaskan, pelanggaran Israel terhadap Masjid Al-Aqsha adalah pengenalan agenda Israel yang didasarkan pada pembagian situs suci berdasarkan waktu dan tempat.

Kemudian Al-Khatib  mengatakan, Otoritas Pendudukan Israel melarang umat Islam memasuki kiblat pertama umat islam itu dari pukul 7 sampai 11.30 waktu setempat dan memberikan kesempatan bagi para ekstrimis Yahudi untuk masuk, menjadi bukti Israel berniat membagi Al-Aqsha.

Dia juga mengatakan, kelompok-kelompok ekstrimis Yahudi menyerang Masjid Al-Aqsha dalam perlindungan tentara Israel.

Dia meminta rakyat Arab dan umat Islam dalam menghadapi rencana Israel, juga mengingatkan Yordania harus bertanggung jawab secara langsung atas kondisi Al-Aqsha, yang kini masih berada di bawah pedudukan Israel. (T/P002/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0