Shalat Jumat di Masjidil Haram

Makkah, MINA – Imam dan Khatib Masjidil Haram Syaikh Dr. Osama Khayyat, mengatakan dalam khutbah Jumat (1/5), bulan Ramadhan menjadi waktu terbaik bagi orang-orang beriman untuk melakukan perubahan kebaikan diri menjadi lebih unggul.

“Jika seseorang melakukan kebiasaan baik secara terus-menerus, selama satu bulan penuh, maka kebiasaan itu akan menjadi kecintaannya setelah Ramadhan nantinya,” ujarnya di hadapan jamaah terbatas. Media kerajaan SPA melaporkan.

Kebiasaan yang muncul dengan pengulangan, diperkuat dengan kesungguhan, akan memiliki efek yang paling kuat bagi pelakunya setelah akhir bulan puasa, ujarnya.

Ia menambahkan, indikasi puasa Ramadhan yang diterima adalah jika seseorang dapat membiasakan kesalehan diri dan sosial, serta setia pada jalan Tuhannya.

Menurutnya, puasa Ramadhan adalah faktor yang paling jelas dan pendorong yang paling kuat dalam transformasi jiwa dari ketidakberuntungan menjadi keberuntungan, serta dapat membawa lebih banyak perubahan positif bagi kemaslahatan dunia

“Inilah bulan yang sangat istimewa, luar biasa dan penuh keberkahan. Bulan ketika gerbang surga dibuka dan gerbang neraka tertutup. Sehingga orang-orang yang berpuasa dapat merasakan keberadaan Tuhannya di dalam dirinya. Sehingga ia terdorong untuk selalu berbuat kebaikan,” ujarnya.

“Karenanya, puasa yang tidak berdampak pada kesalihan adalah puasa yang kosong. Bagaimana dapat dikatakan dia beriman kepada Allah kalau kosong dari kebaikan. Padahal hubungan antara keimanan dan kebaikan sangatlah erat” katanya.

“Barangsiapa berpuasa tetapi tidak meninggalkan ucapan dusta, maka Allah tidak butuh dari tidak makan dan minumnya, atau dari puasanya,” ujarnya, menukilkan hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)