Shamsi Ali: Trump Tidak Bisa Jadi Penghalang Bangkitnya Muslim di AS

Jakarta, MINA – Terpilihnya dua wanita muslim Rashida Tlaib dari Michigan dan Ilhan Omar dari Minnesota yang menjadi anggota Kongres adalah sebuah bukti bahwa di tengah meningginya “Islamophobia” yang didukung dan disebabkan oleh pemerintahan Donald Trump tidak harus menjadi penghalang kebangkitan Islam di negara ini.

Hal itu disampaikan Presiden Nusantara Foundation, New York, Imam Shamsi Ali kepada wartawan MINA, Jumat (09/11).

Dia mengatakan bahwa ragam upaya selama ini dilakukan untuk menghambat perkembangan Islam. “Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Islam semakin membesar dan bekembang, dan diterima sebagai bagian integrale dari bangsa ini,” ujarnya

Shamsi Ali menyampaikan, kemenangan Demokrat di Kongres sekaligus menjadi bukti bagaimana warga Amerika Serikat  “saya semakin muak dengan hiruk pikuk politik di bawah pemerintahan Donald Trump”.

“Saya kira berbagai sikap pribadi Donald Trump yang cukup “embarrassing” (memalukan) warga Amerika, dan kebijakan politiknya yang semakin tidak menguntungkan Amerika secara jangka panjang semakin nyata. Dan ini menjadikan bangsa Amerika ingin melakukan perubahan. Dan perubahan itu dimulai dengan memenangkan demokrat di kongres,”imbuhnya.

Dia melanjutkan, di sisi lain keterlibatan dan terpilihnya orang Islam di Kongres merupakan bukti jika komunitas Muslim semakin berintegrasi dan menjadi bagian dari “mainstream” bangsa Amerika Serikat.

“Komunitas Muslim tidak lagi dipandang sebagai tamu yang mengharap belas kasih dari warga lain di negaranya,” tambahnya.

Tlaib memenangkan kursi Kongres untuk distrik 13 Michigan setelah mantan perwakilan sebelumnya, John Conyers tiba-tiba mengundurkan diri setelah tuduhan pelecehan seksual dan meninggalkan kursi kosong, demikian Anadolu Agency melaporkan.

Ia adalah Muslim Palestina-Amerika dari Partai Demokrat yang sebelumnya menjabat selama enam tahun di badan legislatif negara bagian.

Tanpa lawan dari Partai Republik, Tlaib mengalahkan Etta Wilcoxon dari Partai Hijau dan Sam Johnson dari Partai Buruh.

Omar sendiri memenangkan kursi kongres untuk distrik 5 Minnesota, sebelumnya dipegang oleh Rep. Keith Ellison, Muslim pria pertama yang duduk di Kongres.

Omar yang juga dari Partai Demokrat adalah seorang Somalia-Amerika yang datang ke AS sejak lebih dari dua dekade lalu sebagai pengungsi. Dia berkampanye di platform progresif dan memenangkan dukungan dari Partai Demokrat.

Dia berhasil mengalahkan kandidat Partai Republik Jennifer Zielinski dan menjadi wanita kongres pertama yang mengenakan jilbab. (L/R07/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)