Sidang Majelis Umum PBB Bersejarah Dimulai Hari Selasa

(Foto: PBB)

New York, MINA – Untuk pertama kali dalam 75 tahun sejarah PBB, para pemimpin dari 193 negara anggotanya akan menyampaikan pidato tahunan mereka pada hari pembukaan Sidang Majelis Umum badan dunia itu melalui rekaman video.

Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang disampaikan secara langsung sdi hadapan majlis sebagai dampak pandemi Covid-19.

Sesuai dengan tradisi puluhan tahun yang ditetapkan pertama kali pada tahun 1940-an, sidang hari Selasa (22/9) diawali dengan pesan yang telah direkam sebelumnya dari Presiden Brazil Jair Bolsonaro sebagai negara yang mengetuai majls umum taun ini, disusul oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sebagai pemimpin negara tuan rumah PBB.

Pemimpin-pemimpin terkemuka dunia lainnya yang rekaman pesan mereka diputar pada hari Selasa (22/9) adalah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Perancis Emmanuel Macron, demikian laporan VOA Indonesia.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk pertama kalinya akan berpidato di Sidang Majelis Umum (SMU) Ke-75 PBB Rabu pagi (23/9). Pidato tersebut telah direkam dan akan ditayangkan secara virtual.

Pidato Presiden Joko Widodo itu akan menjadi yang pertama sejak menjabat sebagai Presiden RI. Pada periode 2014-2019, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menyampaikan pidato untuk mewakili Indonesia di forum internasional tersebut.

Untuk tetap menjaga jarak, mereka yang hadir di ruang sidang yang luas untuk menyaksikan rekaman video pidato-pidato itu adalah satu utusan yang mewakili setiap negara anggota, ditambah Uni Eropa, Takhta Suci, dan Pemantau Negara Palestina yang bukan anggota.

Pos-pos penyanitasi tangan telah ditempatkan di setiap lorong samping di ruangan itu dan para delegasi diwajibkan untuk mengenakan masker, tetapi tidak menjalani pemeriksaan suhu tubuh.

PBB memperingati ulang tahun ke-75, Senin (21/9), di tengah-tengah cengkeraman pandemi global virus corona, yang telah menewaskan lebih dari 960 ribu orang dan membuat lebih dari 31,2 juta orang jatuh sakit secara global, berdasarkan data yang dikumpulkan Johns Hopkins University Coronavirus Resource Center.

“Pandemi Covid-19 telah mengungkap kerapuhan dunia. Hanya dengan bersama-sama kita dapat mengatasinya,” kata Sekjen PBB Antonio Guterres. Sekarang ini, lanjutnya, dunia memiliki surplus tantangan multilateral dan defisit solusi multilateral.

PBB lahir pada tahun 1945 seusai Perang Dunia II untuk mencegah konflik berskala besar lainnya. Lima Negara Sekutu yang memenangkan Perang Dunia II menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang sangat berpengaruh di badan dunia tersebut yakni Inggris, China (waktu itu Taiwan), Perancis dan Amerika Serikat,

PBB memanfaatkan tahun peringatan ke 75 tahun ini nya sebagai momen untuk merenung. Lebih dari satu juta orang di 80 negara telah memberikan umpan balik untuk survei global mengenai PBB dan kegiatannya.

Hampir 90 persen menyatakan kerja sama global sangat penting untuk menghadapi berbagai tantangan sekarang ini dan bahwa pandemi telah membuat kerja sama internasional semakin mendesak.

Hampir tiga perempatnya menyatakan PBB “esensial” dalam menangani berbagai tantangan global, tetapi mereka juga menginginkan organisasi ini untuk berubah dan berinovasi.(L/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)