Situasi Belum Kondusif, MER-C Terus Pantau Kondisi Relawannya di Jalur Gaza

Konferensi pers terkait kondisi terkini relawan MER-C di Jalur Gaza. (Foto: MINA).

Jakarta, MINA – Situasi di Jalur Gaza masih belum kondusif, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) terus memantau kondisi relawannya yang masih tertahan di Rafah, Gaza Selatan.

“Kami memahami keresahan yang dialami keluarga relawan di mana saat ini mereka tertahan tidak bisa keluar dan saat ini masih menunggu perkembangan negoisasi untuk pembukaan penyeberangan untuk kemudian mereka bisa kemabli ke tanah air,” kata dr Arief Rachman Ketua Emergency Medical Team (EMT) MER-C saat konferensi pers hari Rabu (15/5), di Jakarta.

“Dalam hal ini kami terus berkoordinasi baik dengan EMTCC, WHO dan pihak lainnya agar kami bisa mendapatkan informasi segera yang mana informasi itu dapat kami teruskan untuk menjamin keselamatan relawan yang bertugas di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga:  Seminar Penguatan Guru di Jaksel Dukung Anti-Perundungan

“Perkembangan dan situasi yang terjadi sangat cepat ini juga kami sampaikan kepada keluarga dan pihak lainnya agar informasinnya menjadi jelas, agar keluarga juga dapat mengerti dan memahami apa yang sedang terjadi,” tambahnya.

Ia mengatakan, MER-C berharap negosiasi bisa tercapai dan perbatasan dibuka, sehingga relawan dapat kembali ke tanah air. Apabila tercapai MER-C tentu akan memfasilitasi proses pemulangan untuk mereka bisa segera kembali.

Untuk memastikan keamanan relawan, MER-C juga terus melaporkan lokasi dan pergerakan Tim ke EMTCC dan pihak-pihak terkait guna mengetahui ini bukan pergerakan lawan.

Arief menegaskan, dengan kondisi saat ini tentu dukungan moril baik dari MER di Jakarta maupun dukungan moril sesama mereka dan dukungan moril antara sesama lembaga asing akan sangat berarti.

Baca Juga:  Mantan Wakil Kepala Mossad: Kami Kalah Perang di Gaza

Saat ini ada 12 relawan MER-C di Gaza. Hari Senin, 6 Mei 2024, aktifitas medis relawan MER-C sempat dihentikan imbas serangan darat Israel ke Rafah. Hal ini juga mengakibatkan pergerakan masuk dan keluar Gaza untuk semua Tim EMT dibawah WHO ditunda, termasuk Tim EMT MER-C. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: sri astuti

Editor: Zaenal Muttaqin