
Emir Qatar Tamim bin Hamad Al-Thani. (Foto: The Hoya)
London, MINA – Saluran berita televisi Inggris Sky News melaporkan bahwa mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh menolak tawaran mediasi dari Emir Qatar terkait perseteruan di ibu kota Sanaa.
Aliansi pemberontak Yaman antara Abdul Malik Al-Houthi dan Saleh terlibat perseteruan dalam lima hari terakhir hingga Ahad (3/12).
Loyalis bersenjata kedua pemimpin terlibat bentrok yang menewaskan puluhan tentara dari kedua belah pihak.
Emir Qatar Tamim bin Hamad Al-Thani berusaha mengambil peran mediasi untuk mengakhiri ketegangan antara kedua pihak yang menguasai Sanaa tersebut, tapi Saleh menolak usulannya.
Baca Juga: Mesir akan Jadi Tuan Rumah KTT Arab tentang Rekonstruksi Gaza
Saleh, pemimpin partai Kongres Rakyat Umum (GPC), mengatakan, milisi Houthi telah melakukan kejahatan bermusuhan dan meneror warga Sanaa.
Ia telah menyeru semua rakyat Yaman untuk bersikap menentang Houthi. Demikian Qatari Leaks memberitakannya yang dikutip MINA.
Dia juga menyeru angkatan bersenjata utara untuk mengabaikan instruksi yang datang dari Houthi.
Pasukan Saleh dilaporkan menyerang milisi Houthi dan mengambil alih wilayah terpenting di Sanaa dan juga sejumlah provinsi utara setelah dua hari pertempuran.
Baca Juga: Turki Renovasi Bandara Internasional Damaskus yang Rusak Imbas Perang Saudara
Sumber Sky News yang tidak disebutkan identitasnya mengungkapkan, pasukan Saleh mengambil alih Istana Kepresidenan, Kementerian Pertahanan, Bank Sentral, Kementerian Keuangan dan Biro Keamanan Nasional di kota tua Sanaa.
Selain gedung televisi negara Yaman, pasukan tersebut pada Sabtu mengepung bandara Sanaa. (T/RI-1/RS2)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Arab Saudi Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Trump-Putin