Soetrisno Bachir: Presiden Minta KEIN Susun Roadmap Industrialisasi

Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional Soetrisno Bachir menyampaikan keterangan kepada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta (10/2).(Foto:Humas Setkab RI/Deni)
Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional Soetrisno Bachir menyampaikan keterangan kepada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta (10/2). (Foto:Humas Setkab RI/Deni)

Jakarta, 2 Jumadil Awwal 1437/10 Februari 2016 (MINA) – Seusai mengikuti Rapat Terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (10/2), Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir dalam konferensi pers menyampaikan bahwa fungsi KEIN untuk memberikan pandangan-pandangan ataupun masukan-masukan kepada Presiden dan Wakil Presiden RI.

“Penting yang dikatakan Seskab tadi bahwa ada second opinion yang nanti Presiden akan mengambil keputusan,” jelas Mas Tris, panggilan akrab Ketua KEIN Soetrisno Bachir, demikian keterangan pers Setkab RI yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Ketua KEIN juga menyampaikan bahwa hadirnya KEIN diharapkan memberikan nuansa positif untuk melihat bagaimana perkembangan ekonomi Indonesia. Hal lain yang akan dilakukan oleh KEIN adalah menyusun peta jalan atau roadmap industrialisasi akan dibawa ke arah mana.

“Presiden berharap adanya suatu reindustrialisasi peta jalan yang jelas ke depan industri kecil itu mau dibawa ke mana. Nah, di situlah KEIN mempunyai tugas dan memberikan masukan-masukan pada Presiden,” jelas Soetrisno.

Dalam menyampaikan masukan tersebut, menurut Mas Tris, KEIN  akan memberikan masukan-masukan dan juga akan mendengar dari stakeholder, asosiasi, dari pihak-pihak yang terkait dengan masalah-masalah industri.

Sementara itu, Wakil Ketua KEIN, Arif Budimanta menyampaikan bahwa ada lima hal yang penting sebagai pendorong dalam proses industrialisasi sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

“Jadi bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak di masyarakat, menurunkan kemiskinan, mempersempit kesenjangan, mengurangi inflasi, dan tentu saja pertumbuhan ekonomi tetap tinggi,” jelas Arif.

Untuk itulah, menurut Wakil Ketua KEIN, hal penting kenapa roadmap industrialisasi menjadi suatu agregasi, suatu resultant dari seluruh roadmap yang sudah ada di kementerian/lembaga.

Selanjutnya, Arif juga menjelaskan bahwa hal kedua yang penting disampaikan oleh Presiden yakni terkait dengan aspek deregulasi yang dilakukan di sektor Ekonomi.

“Bahwa paket-paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah sampai saat ini dalam rangka melakukan sebuah proses transformasi modernisasi perekonomian Indonesia agar bangsa Indonesia memiliki daya saing yang tinggi,” jelas Arif.

Di akhir konferensi pers, Sekretaris KEIN Putri Wardhani menyampaikan bahwa KEIN ini memiliki fungsi yang tidak tumpang tindih dengan kementerian/lembaga (K/L).

“Justru masukan dari KEIN yang praktisi ini bisa memberikan masukan tambahan kepada Presiden untuk pertemuan ini,” pungkas Sekretaris KEIN akhiri konferensi pers. (T/R05/P001)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)