SOLO TUAN RUMAH LOKAKARYA DIKLAT TEKNIK DAN KEJURUAN ASIA TENGGARA

Wikipedia
Wikipedia

Solo, 29 Dzulqa’dah 1436/13 September 2015 (MINA) – Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Lokakarya Pendidikan dan Pelatihan Teknik dan Kejuruan Se-Asia Tenggara (Asia Technical and Vocational Education and Training atau SEA TVET) di Solo, Jawa Tengah.

Sejak 9 hingga 12 September 2015, sebanyak 300-an peserta menghadiri lokakarya berskala internasional itu, demikian keterangan pers Kemendikbud yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melaporkan.

Mereka berasal dari perwakilan dari kementerian pendidikan dan kementerian terkait dari 11 negara-negara di Asia Tenggara, alumni DAAD di kawasan Asia Tenggara, SMK, Politeknik, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK), Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), praktisi TVET, dan sektor industri.

Lokakarya tersebut digelar atas kerjasama dengan Sekretariat dari Southeast Asian Ministers of Education Organisation (SEAMEO) Thailand, SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) Jakarta, SEAMEO Regional Centre for Vocational and Technology (SEAMEOVOTECH) Brunei Darrusalam, dan Deutscher Akademischer Austausch Dienst German Academic Exchange Service (DAAD).

Tema yang diangkat adalah Internasionalisasi dan Harmonisasi Pendidikan dan Pelatihan Teknik Kejuruan di Asia Tenggara.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad berharap keberadaan lokakarya bagi SMK dan pendidikan vokasi ini dapat memperkuat kemampuan yang dimiliki.

“Kita akan lebih memetakan kurikulumnya, dan bentuk kerjasama dengan dunia industri terutama perkembangannya di lingkup pasar Asia. Kita tidak ingin anak kita lebih tertinggal, atau pun lebih mahir. Kita ingin menyamakan standar kemampuan anak vokasi dan kejuruan kita,” jelas Hamid di Solo.

Direktur Sekretariat SEAMEO Gatot Hari Priowirjanto mengungkapkan, persiapan penyelenggaraan lokakarya memakan waktu selama lima tahun, yaitu melalui rintisan kerjasama bilateral bidang diklat vokasi antarnegara ASEAN, diikuti dengan pertemuan antar menteri pendidikan se-ASEAN.

“Latar belakang kerjasama lokakarya berawal dari kerja sama bilateral, yang kemudian disusun pertemuan antar menteri pendidikan anggota ASEAN. Rintisan kerjasama lingkup bilateral ingin kita gabungkan di lokakarya ini. Jadi, menteri pendidikan, pendidikan tinggi vokasi, guru, kepala sekolah, maupun pemangku kepentingan pendidikan vokasi dapat memperluas kerja sama,” ujar Gatot.

Peserta Lokakarya Pendidikan dan Pelatihan Teknik dan Kejuruan Se-Asia Tenggara (Asia Technical and Vocational Education and Training atau SEA TVET) akan membahas lima bidang jurusan. Pertama, elektronik, mekatronik, manufakturing, dan kimia terapan. Kedua, pertanian, dan perikanan. Ketiga, kontruksi atau teknik sipil. Keempat, perhotelan dan pariwisata. Kelima, perdagangan dan perbankan. (T/P006/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0