Spanyol Izinkan Kapal Penyelamat Migran Berlabuh Setelah Ditolak Italia

San Roque, MINA – Pemerintah Spanyol mengizinkan sebuah kapal LSM yang menyelamatkan 87 migran di Laut Mediterania berlabuh setelah ditolak oleh Italia, Kamis (9/8).

Kapal putih milik LSM Spanyol Proactiva Open Arms harus terombang-ambing selama berhari-hari di lautan setelah tidak mendapatkan tempat untuk berlabuh.

Itu adalah kapal ketiga yang Spanyol izinkan berlabuh dalam dua bulan setelah Italia menolak untuk menerima mereka masuk.

Kapal Proactiva Open Arms tiba di pelabuhan selatan San Roque, tepat di atas Teluk Gibraltar.

Para migran yang diangkutnya hampir semuanya dari Sudan, termasuk Darfur. Mereka telah menghabiskan 50 jam di laut di atas perahu karet, tanpa air minum. Banyak yang menderita luka bakar karena terkena campuran bahan bakar dan air asin sebelum mereka diselamatkan pada 2 Agustus.

Ada 75 pria dan 12 anak laki-laki, demikian Nahar Net melaporkan.

LSM mengatakan banyak dari mereka “berulang kali dilecehkan di Libya.”

San Roque adalah tempat pemerintah Spanyol dengan tergesa-gesa membuka pusat penerimaan migran baru, ketika ratusan migran melakukan perjalanan laut berbahaya menyeberang ke pantai selatan Andalusia setiap pekan.

Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), lebih dari 23.700 orang telah tiba di Spanyol melalui laut sejauh tahun ini dengan 307 orang yang meninggal di laut, jumlah yang lebih tinggi di banding tahun lalu.

Pada bulan Juni, kapal Aquarius LSM Perancis yang telah menyelamatkan 630 migran diizinkan berlabuh di pelabuhan timur Valencia di Spanyol setelah Italia dan Malta menolak menerima migran.

Kemudian pada 4 Juli, kapal Proactiva Open Arms merapat di Barcelona dengan 60 migran.

Kali ini, pemerintah Spanyol mengatakan, 87 migran yang tiba di San Roque akan diperlakukan sama seperti ratusan migran yang tiba setiap pekan di pantai Spanyol. (T/RI-1/RS3)

 

Mi’raj News Agency (MINA)