SQABM Gelar Ceramah Umum Zakat, Hadirkan Dua Doktor Asal Sudan

Bandar Lampung, MINA – Perguruan Tinggi Shuffah Al-Qur’an Abdullah Bin Mas’ud (SQABM) menggelar Ceramah Umum tentang zakat dengan tema, “Membangkitkan Kesadaran Menunaikan Zakat Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Umat”.

Ceramah Umum yang digelar Ahad, (3/6), di Masjid An-Nubuwwah, Pesantren Al-Fatah, Muhajirun, masjid terbesar di Lampung ini menghadirkan pakar zakat dari Sudan, Dr. Abdellah Muhamed Ahmad Abdalla Nimir dan Dr. Tageldin Ahmed Saeed Abbas, Ketua SQABM, Dudin Shobaruddin, MA, sedangkan Ketua Baznas Lampung, Ir. H  Mahfudz Santoso, MM berhalangan hadir.

Acara ini dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari para Amir, Amil Zakat, para Aghniya (orang kaya), mahasiswa dan masyarakat umum.

Pembina SQABM, Prof. Dr. Arifien Bratawinata, M.Agr dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Dr. Lili Sholehuddin berharap kegiatan ini dapat menciptakan inovasi serta memenuhi tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sosial budaya khususnya bidang ekonomi.

Arifien juga mengatakan Islam punya konsep normatif untuk mengatur kehidupan ekonomi Umat Islam.

“Tidak ada teori khusus dalam Islam untuk mengatur ekonomi sebagaimana ekonomi kapitalis, namun ajaran Islam mempunyai konsep yang normatif yang digunakan untuk mengatur kehidupan umat seperti larangan riba, penguasaan harta, pekerjaan, dan penguasaan atas kerjasama dengan orang banyak,” katanya.

Sementara, pembicara Abdellah Muhamed Ahmad Abdalla Nimir dalam pemaparannya menekankan agar zakat dikumpulkan kepada Ulil Amri.

“Dengan dikumpulkan ke Ulil Amri dapat dipastikan zakat tersebut akan sampai kepada yang berhak menerimanya,” katanya.

Karenanya para amir harus mengetahui bagaimana cara terbaik untuk mengumpulkan zakat dari para muzakki.

Pembicara kedua, Tageldin Ahmed Saeed Abbas mengatakan zakat merupakan tiang utama dalam kesejahteraan Islam.

“Maka siapa yang menerima zakat padahal dia orang yang kaya, maka ia telah berdosa,” katanya. (L/B01/P1).

Mi’raj News Agency (MINA).