Startup Turki Ciptakan Produk Furnitur dari Limbah Organik

Foto : Hackquarters

Ankara, MINA – Startup Turki Ottan Studio telah menghasilkan serangkaian furnitur dan barang-barang dekoratif dari bahan organik daur ulang, yang akan mulai dipasarkan secara online pekan depan.

Dikutip dari Anadolu Agency pada Jumat (5/6), dengan moto “Jangan menghasilkan limbah, konsumsilah!” Ottan Studio telah membuat merek untuk dirinya sendiri, yang berhasil mengubah limbah makanan menjadi bahan bio-komposit, sebagai bahan baku untuk membuat furnitur, barang-barang dekoratif dan panel dinding.

“Kami menggunakan bahan-bahan organik rumput yang dipangkas, bubur buah, legum yang kedaluwarsa untuk membuat produk kami,” kata pendiri Ottan Studio Ayse Yilmaz.

Yilmaz mengungkapkan, saat ini perusahaannya telah berhasil membuat penutup lampu berkualitas tinggi dari kulit jeruk dan kulit wortel.

Ia mengatakan, bahan limbah itu dikumpulkan dari perusahaan dan kota di seluruh Turki. kemudian dikonversi menjadi bahan baku dimana Ottan Studio memproduksi produknya.

Yilmaz menjelaskan bahwa bahan baku organik tidak hanya dapat digunakan untuk membuat furnitur dan barang-barang dekoratif, tetapi dapat juga digunakan dalam proyek konstruksi dan sektor otomotif serta peralatan rumah tangga.

Limbah dibersihkan, dikeringkan dan dihaluskan untuk membuat bahan baku alami sebelum mencampurkannya dengan resin hijau dan menyuntikkannya ke dalam cetakan untuk menciptakan produk yang simpel namun multi guna.

Membawa perspektif estetika dengan gagasan daur ulang, Ottan Studio berupaya untuk membuat perbedaan, baik secara lingkungan maupun ekonomi, dengan mendaur ulang apa yang disebut sebagai “limbah hijau.”

Konsep desain perusahaan ini bertujuan untuk mengurangi limbah dengan menciptakan produk berkualitas tinggi dan tahan lama dari semua bahan alami.

“Ada kesalahpahaman bahwa kayu adalah solusi paling ramah lingkungan di sektor furnitur dan konstruksi,” kata Yilmaz.

Padahal menurutnya, setara dengan 40 lapangan sepak bola, hutan hancur setiap menit karena konsumsi kayu intensif yang dibutuhkan industri ini.

“Sementara itu, sekitar sepertiga dari makanan yang diproduksi di seluruh dunia menjadi sampah. Tapi semua ini dapat didaur ulang untuk digunakan di berbagai sektor manufaktur,” katanya.

Menekankan pentingnya pendekatan tanpa limbah dari Ottan Studio, Yilmaz mengungkapkan, “Pohon mungkin membutuhkan waktu sekitar 30 tahun untuk tumbuh, tetapi daun dan buahnya terus tumbuh setiap tahunnya. Kami menganggap ini sebagai peluang, dan mengembangkan pendekatan yang lebih berkelanjutan untuk manufaktur. ”

Yilmaz juga memperhatikan prediksi bahwa semua hutan akan menghilang dalam 100 tahun ke depan, dan melalui perusahaannya ia telah memutuskan untuk menanam pohon muda untuk setiap produk yang dijual oleh Ottan Studio.

“Jadi alih-alih menebang pohon, kami mengubah daunnya menjadi bahan yang bisa digunakan, sementara pada saat yang sama menanam 70 bibit baru,” katanya.

“Jika satu dari empat pohon diproses dengan cara ini alih-alih ditebang kayunya, kami dapat membalikkan deforestasi dalam waktu sepuluh tahun dan menjadikan dunia kami tempat yang jauh lebih hijau,” pungkasnya. (AT/R7/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)