STID-DDII Mohammad Natsir Kirim Mahasiswanya ke Daerah-Daerah

Jakarta, MINA – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID-DDII) Mohammad Natsir,  Dwi Budiman mengatakan, bulan suci Ramadhan momentum yang sangat baik bagi mahasiswa D-2 perguruan itu untuk berdakwah karena selama Ramadhan, kuliah diliburkan.

Sebanyak 100 mahasiswa D2 dikerahkan ke berbagai daerah dari Aceh sampai Nusa Tenggara Timur, termasuk untuk melakukan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat dan memberi bantuan kitab suci Al-Qur’an, paket untuk da’i, bingkisan untuk anak yatim dan lain-lain.

“Sekalipun ini latihan, tapi seperti pilot membawa pesawat. Jadi harus benar-benar serius. Nantinya para da’i DDII terpilih dari berbagai daerah setelah menempuh D-2, dapat mengikuti jenjang S-1 (strata 1) selama 4 tahun yang diselenggarakan STID Moh Natsir di Tambun, Jawa Barat,” kata Budiman di Jakarta, Sabtu (26/5).

“Ada dua hal yang kami pastikan pada diri da’i. Yaitu komitmen dakwah dan akhlaq sebagai seorang da’i. Sehingga, komitmen dakwahnya benar-benar kami pastikan ketika perekrutan,” tambah Dwi.

Menurutnya, latihan ini untuk memantapkan ilmu dan pengalaman dai sebelum diterjunkan ke pedalaman selama 2 tahun wajib, lebih dari seratus da’i mendampingi masyarakat guna memakmurkan Ramadhan di pedalaman Aceh hingga NTT.

Hal senada diungkapkan Ketua Bidang Pendidikan STID Imam Jamrozi. Melalui tagline “Selamatkan Indonesia dengan Da’wah”, maka salah satu kontribusi dalam gerakan da’wah adalah mengirimkan da’i ke penjuru nusantara.

“Indonesia dihadapkan pengangguran intelektual. Karenanya, kehadiran da’i diharapkan menjadi solusi perubahan di negeri ini,” ujar Jamrozi.

“Ceramah bukan satu-satunya jalan untuk kegiatan dakwah. Maka, kami menanamkan kepada alumnus STID tidak membawa proposal pekerjaan dari satu meja ke meja lain. Da’i dapat melakukan pemberdayaan masyarakat seperti program revolusi pangan di Mentawai,” terang Jamrozi.

Manajer Program LAZNAS Dewan Da’wah Agung Gumelar menandaskan, guna mendukung kerja dakwah mereka, LAZNAS Dewan Da’wah mem-back up dengan program-program pemberdayaan masyarakat binaan da‘i.

“Kerja mereka didukung LAZNAS Dewan Da’wah dengan sejumlah program seperti pembangunan masjid, bantuan yatim, air buat sedulur, bantuan pertanian, waqaf Alquran, dan pesantren produktif,” papar Agung.

LAZNAS Dewan Da’wah mengemas Program Ramadhan Berkahi Negeri. Diantaranya bingkisan da’i, paket buka bersama, kado anak yatim dan dhuafa, paket lebaran da’i, sedekah makan rakyat, dan tasaruf zakat fitrah.

“Insya Allah, kerja para dai kita mengoptimalkan kebermanfaatan ZlS masyarakat guna merawat Indonesia dengan dakwah rahmatan lil ‘alamin,” tutupnya. (L/R03/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments: 0