STSQABM Akan Adakan Seminar Internasional Kesehatan Islami Ala Rasulullah

Muhajirun, Lampung Selatan, MINA – Sekolah Tinggi Shuffah Al Qu’ran Abdullah bin Masud akan menyelenggarakan “Seminar Internasional Kesehatan Islami, Kupas Tuntas Kesehatan ala Rasulullah” yang akan menghadirkan empat pakar  kesehatan dari luar dan dalam negeri.

Keynote Speaker adalah Ketua Dewan Penasehat STSQABM KH.Yakhsyallah Mansur dengan judul  “Konsep Kesehatan dalam Perspektif Islam.”

“Seminar akan diadakan pada 27 April nanti di Sheraton Hotel Bandar Lampung, seminar menurut rencana akan dibuka oleh Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Moeloek. Sp.(M), MK, ” demikian Ketua Panitya Ir Heri Budiyanto menjelaskan pada MINA, Ahad (10/3).

Keempat pakar kesehatan yang jadi pembicara seminar adalah Prof. DR Abdul Aziz Al Safi bin Ismail dari Fakultas Kedokteran Lincoln University College Malaysia  tentang “Pengobatan Rasulullah dalam Tinjauan Sains“; dr Muhammad Iqbal Basri, M.Kes. Sp.S  Spesialis Syaraf Fakultas Kedokteran UNHAS tentang “Al Quran dan Hubungannya dengan System Syaraf (neurosains)” ;  H. Agung Yulianto, SE, Ak. M.Kom Direktur Utama PT.HPAI “Prospek Penyediaan Produk halal di Indonesia” ; dan Dr.dr.Ina Rosalina Dadan, Sp.A (K), M.Kes, M.H.Kes Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kemenkes  tentang”Pengobatan Tradisional dan Kebijakan Pemerintah dalam Penggunaan Obat-obatan Herbal”.

Heri Budiyanto Ketua Panitia Penyelenggara seminar, bersifat gratis, ia mengharapkan seminar akan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Propinsi /  Kabupaten / kota di Provinsi Lampung, Kepala-Kepala Rumah Sakit, Anggota IDI, Anggota PDHMI, Anggota IAI, Praktisi/penyalur Herbal, Praktisi Bekam, Praktisi Rukiyah Syariah, Fakultas Kedokteran, Perguruan Tinggi Kesehatan, Perguruan Tinggi Farmasi, Mahasiswa SQABM, Dewan Imamah, Dokter dan tenaga kesehatan internal.

Pantia menyiapkan dua kali coffee break dan makan siang. Juga disiapkan makalah.

Tujuan Seminar

Ketua Panitia berharap dengan adanya seminar ini akan tumbuh kesadaran kaum muslimin kembali kepada pengobatan yang pernah dicontohkan Rasulullah.

“Selain terbukti atas izin Allah bisa menyembuhkan, bisa dibuktikan secara ilmiah atau medis, dan yang sangat mendasar adalah bernilai ibadah karena mengikuti sunnah Rasul,” katanya.

Dikatakan Heri, ini adalah salah satu tugas utama STSQABM di bidang Riset dan Kajian Ilmiah berbasis Al Qu’ran sebagai perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi. dan diselenggarakan dalam rangkaian taklim pusat Jama’ah Muslimin (Hizbullah)

“Peserta tidak dikenakan biaya. Tujuan utama menggugah kesadaran kaum Muslimin khususnya peserta akan pentingnya mengikuti konsep kesehatan menurut tata cara Rasulullah,” jelasnya.

“Selain terbukti tercegah dari penyakit, bisa sembuh atas izin Allah bisa dibuktikan secara ilmiah atau medis yang sangat mendasar bernilai ibadah, karena ittiba’ kepada Rasulullah sebagai buah kecintaan kita kepada-nya yaitu menghidupkan sunnah di bidang kesehatan.” (L/R03/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)