Studi Palestina: Jelang Aneksasi Israel Lakukan 400 Penahanan

Ramallah, MINA – Pusat Studi Tahanan Palestina mengungkapkan, selama bulan Juni menjelang rencana aneksasi, otoritas pendudukan Israel melakukan 400 kasus penangkapan dan penahanan termasuk terhadap 52 anak-anak dan 21 wanita.

Administrasi Penjara Pendudukan Israel juga memindahkan semua tahanan yang ditahan di Bagian 17 dan 18 dari Penjara Ofer ke penjara lain, seperti penjara Negev, Nafha dan Rimon, yang berjumlah sekitar 100 tahanan.

Juru bicara pusat studi, Riyad Al-Ashqar, mengindikasikan bahwa pendudukan juga menargetkan wartawan Palestina bulan lalu, ketika tiga wartawan ditangkap dengan tujuan mencegah mereka dari mengungkap kejahatan pendudukan. Almayadeen melaporkan, Kamis (2/7).

Al-Ashqar mengindikasikan bahwa pendudukan meningkatkan penargetan perempuan dan gadis Palestina bulan lalu, dengan  21 kasus penahanan, termasuk dua anak di bawah umur.

Pendudukan terus menargetkan anak-anak Palestina, dengan 52 anak ditangkap pada bulan Juni, termasuk anak berusia di bawah 10 tahun.

Ia menambahkan bahwa bulan lalu dua tahanan administratif melakukan mogok makan terbuka untuk memprotes penahanan administratif sewenang-wenang mereka.

Administrasi Penjara mengisolasi para tahanan yang mogok makan di sel-sel, dan mencegah pengacara mengunjungi mereka. (T/RS2/B04)

Mi’raj News Agency (MINA)