Suarakan Terus Al-Aqsha dan Palestina

Rahmina Khoirunnisa (kedua dari kiri) bersama keluarganya. (Foto: Dokpri)

Oleh Rahmina Khoirunnisa, Santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Fatah Rimbo Bujang, Jambi

Masjid Al-Aqsha merupakan bangunan yang berdiri di tanah Palestina, tepatnya di Kota Tua Yerusalem.

Masjid Al-Aqsha juga disebut sebagai tempat suci untuk tiga umat beragama yaitu Islam, Kristen dan Yahudi. Yerusalem pun masih menjadi destinasi utama tiga umat beragama tersebut.

Namun sayangnya saat ini di kawasan Masjid Al-Aqsha dan juga tanah Palestina sedang tidak baik-baik saja. Banyak terjadi konflik antara warga setempat Palestina dengan pendudukan Israel.

Dengan tidak tahu malu para Zionis Yahudi Israel merebut tanah Palestina. Padahal dahulu mereka adalah suku yang dibuang, tidak ada satupun negara yang mau menerima mereka.

Lalu mereka memohon kepada pemerintah Palestina untuk memberikan mereka sepetak tanah dengan imbalan mereka akan mensejahterakan Palestina. Namun setelah menempati sepetak tanah, penduduk Israel bagai kacang lupa kulit. Mereka malah merebut tanah Palestina dengan dalih “mengambil kembali tanah leluhur mereka”.

Konflik antara Yahudi Israel dan penduduk Palestina itu sendiri sudah dimulai sejak tahun 1948, tiga tahun setelah Indonesia merdeka. Kemerdekaan Indonesia sendiri, yang pertama kali mengakuinya adalah bangsa Palesatina, yang kemudian diikuti oleh negara sekitarnya.

Beberapa tahun terakhir konflik antara Palestina dan Israel melejit naik. Lebih parahnya ini terjadi biasanya pada bulan suci Ramadhan, saat seluruh umat Islam di Palestina sedang menjalankan ibadah puasa.

Sebagai contoh ketika tahun 2021 pendudukan Israel meluncurkan serangan udara yang menargetkan infrastruktur militer Hamas di Jalur Gaza, yang malah mengakibatkan ratusan penduduk Palestina tewas. Di antaranya adalah anak-anak dan kaum perempuan, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Betapa haus akan kekuasaan para Zionis Israel itu. Mereka tak cukup merebut tanah Palestina. Malah beberapa tahun terakhir mereka juga membuat terowongan di bawah bangunan kompleks Masjid Al-Aqsha, dengan tujuan merobohkan Masjid Al-Aqsha.

Baca Juga:  Kontroversi Si “Hitam Manis” Dukung LGBT

Tidak sampai di situ, bahkan para Zionis Israel juga tega membombardir pemukiman kecil warga Palestina, membunuh anak-anak tidak berdosa, bahkan menembak tim medis hingga tewas.

Tidak sampai di situ saja, para Zionis Israel juga tak segan-segannya untuk menyiksa kaum perempuan dan anak-anak Palestina. Mereka takut kaum perempuan Palestina akan melahirkan anak-anak yang kelak akan menjadi penghafal Al-Quran yang juga para pejuang.

Suarakan Terus

Untuk itu, tidakkah hati nurani kita terketuk? Setelah apa yang terjadi pada warga Palestina?

Marilah kita terus menyuarakan pembebsan Masjid Al-Aqsha dan juga kemerdekaan tanah Palestina.

Kita dapat membantu dari segi apapun, bisa dari fisik atau kekuatan. Jika tak mampu, bisa dengan harta. Jika tak mampu juga, kita bisa menyuarakan support kita lewat media sosial, dan yang terakhir melalui doa kita untuk warga Palestina agar mereka senantiasa di berikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi semua ini.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang sudah banyak membantu Palestina. Di samping mengingat Palestina lah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia, juga banyak saudara seiman kita di sana. Maka, sudah seharusnya kita saling membantu saudara kita yang sedang kesusahan.

Sudah banyak juga relawan dari negara kita tercinta Indonesia, khususnya dari kalangan lelaki. Tetapi sudah banyak juga relawan dari kalangan wanita yang turut membantu, khusus nya dari tim medis.

Kita juga dapat membantu menyiarkan dan mengirimkan bantuan melalui donasi, media sosial, artikel, youtube, dan lain lain. Marilah kita bantu semampu yang kita bisa, mari perjuangan kan tanah Palestina, tanah kelahiran para nabi terdahulu, tanah orang orang yang tertindas.

Baca Juga:  Kontroversi Si “Hitam Manis” Dukung LGBT

Masjid al aqsha, masjid ke dua setelah masjidilharam, masjid yang diberkahi Allah Subhanallahu Wata’aalaa, sudah sebaiknya kita memuliakan nya sebagaimana firman Allah :

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat Melihat (Al isra ayat 1)

Dari ayat tersebut sudah jelas bahwa masjidil aqsha adalah tempat yang di mulia kan oleh Allah Subhanallahu Wata’aalaa. Mari kita dukung kebebasan masjid al aqsha dan kemerdekaan Palestina, kita dapat menyumbangkan sebagian harta yang kita miliki, karna sesungguhnya sedekah adalah perilaku mulia dari seorang muslim, sebagaimana firman Allah Subhanallahu Wata’aalaa :

اِنَّ الْمُصَّدِّقِيْنَ وَالْمُصَّدِّقٰتِ وَاَقْرَضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ اَجْرٌ كَرِيْمٌ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.” (QS Al Hadid ayat 18).

Sudah di jelaskan pula dalam ayat tersebut bahwa orang yang bersedekah akan mendapatkan pahala mulia.

Untuk itulah satu-satunya solusi untuk pembebasan Masjidil Aqsho dan negeri Palestina hanya bis akita raih dengan jalan Bersatu padu semua ummat muslimin di dunia ini atau istilah lainnya kita wajib berjama’ah semua ummat muslim ini dengan  satu pimpinan/Imaam.

Karena dengan berjama’ah/Bersatu padu ini, ummat islam/muslimin menjadi terpipimpin dengan satu pimpinan/imam, maka akan menjadi semakin kuat.

Sebab berjama’ah/ Bersatu ini juga adalah perintah/syari’at Allah Subhanallahu Wata’aalaa, yang sebagaimana tercantum dalam Qs. Assyuro: 13:

Baca Juga:  Kontroversi Si “Hitam Manis” Dukung LGBT

شَرَعَ لَكُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِۦ نُوحًا وَٱلَّذِىٓ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِۦٓ إِبْرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰٓ ۖ أَنْ أَقِيمُوا۟ ٱلدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا۟ فِيهِ ۚ كَبُرَ عَلَى ٱلْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ ۚ ٱللَّهُ يَجْتَبِىٓ إِلَيْهِ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِىٓ إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ

Artinya: Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).

Juga terdapat dalam Qs. Ali Imron: 103:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah seraya Berjama’ah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”

Persatuan/berjama’ah ini Juga terdapat dalam pepatah negeri dan bangsa Indonesia yang tercinta ini yakni” Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”.

Untuk itu marilah kita berjihad di jalan Allah, mari kita berjama’ah menyatukan kekuatan demi “kebebasan masjidil aqsha dan juga kemerdekaan Palestina”. Dengan begitu insyaAllah kita dapat membebaskan tanah Palestina. Amiin ya Robbal ‘alamin.

AL-AQSHO HAQQUNA !!!

[]

Mi’raj News Agency (MINA)