Jakarta, MINA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan mulai datang secara bertahap pada Oktober 2026, setelah puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung sepanjang Agustus hingga September.
Curah hujan diperkirakan semakin meluas pada November dan berlanjut hingga akhir tahun 2026.
Dalam rilisnya pada Senin (3/8), BMKG menjelaskan awal musim hujan tidak akan terjadi secara serentak di seluruh Indonesia. Wilayah barat Indonesia diperkirakan menjadi daerah pertama yang memasuki musim hujan, kemudian diikuti wilayah lain secara bertahap sesuai karakteristik iklim masing-masing.
Meskipun demikian, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah selama musim kemarau akibat pengaruh dinamika atmosfer.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Saat ini Indonesia masih berada pada periode kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Niño. BMKG mencatat sekitar 72,8 persen wilayah Indonesia atau 509 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau.
Sementara hari tanpa hujan dengan kategori panjang hingga ekstrem terus meluas di sejumlah daerah. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meski El Niño telah memasuki fase kuat, BMKG menegaskan peluang hujan belum sepenuhnya hilang. Aktivitas atmosfer regional dan suhu muka laut yang hangat di sekitar Indonesia masih dapat memicu pembentukan awan hujan, terutama di wilayah bagian barat dan utara.
Karena itu, masyarakat diminta tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, petir, dan angin kencang di beberapa daerah.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
BMKG juga mengimbau pemerintah daerah untuk memperkuat langkah mitigasi menghadapi dampak musim kemarau, seperti menjaga ketersediaan air bersih, mengoptimalkan irigasi pertanian, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Di sisi lain, masyarakat diharapkan menggunakan air secara hemat dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran di lahan kering.
Dengan prediksi musim hujan mulai berlangsung pada Oktober, BMKG meminta masyarakat terus memantau informasi cuaca resmi agar dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari.
Informasi terbaru mengenai prakiraan cuaca, musim, dan potensi bencana hidrometeorologi diperbarui secara berkala sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. []
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic