Banda Aceh, MINA – Tower Base Transceiver Station (BTS) operator telepon milik PT Telkomsel di Kecamatan Beutong Benggala, Kabupaten Nagan Raya, tak berfungsi sejak satu pekan terakhir.
Menurut Zakari, Koordinator Generasi Betong Ateuh Banggalang, jaringan komunikasi ini terputus sejak tanggal 4 Oktober 2018 sampai saat ini dan belum pernah diperbaiki, bahkan masyarakat sudah berusaha menghubungi pihak perusahaan untuk menanyakan terkait pemutusan jaringan komunikasi tersebut, Ahad (14/10).
Masyarakat menilai, pemutusan jaringan komunikasi terjadi di tengah terjadinya penolakan terhadap perusahaan tambang PT. Energi Mineral Murni ini seperti disengaja.
Dirinya menambahkan, masyarakat setempat merasa sangat kecewa dengan kinerja perusahaan telkomsel tersebut.
Ironisnya, jaringan komunikasi yang dimiliki Telkomsel adalah anak dari Telkom yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kehadirannya juga untuk bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.
“Terlintas dibenak kami ada apa dengan pemerintah hari ini, kenapa harus seperti ini, kami seperti masyarakat yang terabaikan,” kata Zakaria.
Dirinya mengancam, jika perusahaan tidak segera memperbaiki jaringan komunikasi, masyarakat akan segera mencabut seluruh perangkat jaringan milik Telkomsel yang ada di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, lantaran masyarakat menilai, perangkat jaringan milik Telkomsel sudah tidak bisa dipergunakan.
Sementata itu Rusli warga Betong Ateuh Banggalang juga ikut membenarkan terkait terputusnya jaringan Telkomsel di wilayah tersebut.
Baca Juga: Sertifikasi Halal untuk Lindungi UMK dari Persaingan dengan Produk Luar
Menurutnya, jaringan tersebut sudah terputus sejak sepekan lalu, namun pagi tadi jaringan sudah mulai bisa digunakan kembali.
“Iya sejak satu minggu yang lalu kita ada jaringan di sini karena diputusin, tapi tadi sudah dihidupkan kembali,” kata Rusli. (L/AP/R01)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Menko Budi Gunawan: Pemain Judol di Indonesia 8,8 Juta Orang, Mayoritas Ekonomi Bawah