SUDAN ADAKAN SEMINAR INTERNATIONAL AL-AQSHA

Syeikh Dr. Aid Qarni (kanan). (Foto: Sidik Mustaqim/MINA)
Syeikh Dr. Aid Qarni (kanan). (Foto: Sidik Mustaqim/MINA)

Khartoum, 9 Rabi’ul Awwal 1437/20 Desember 2015 (MINA) – Pemerintah Sudan mengadakan Konferensi Internasional Al-Aqsha dengan menghadirkan beberapa ulama dunia dari Al-Aqsha Palestina dan para ulama dunia lainnya, seperti Syeikh Muhammad Hasan Addau dan Syekh Dr. Aid Qorni.

Peserta juga berasal dari berbagai negara, baik Asia, Afrika dan negara Teluk.

Acara berlangsung hingga Ahad yang di mulai sejak 18 Desember 2015 di Conference Hall, kampus Universitas Internasional Afrika (IUA) Sudan. Konferensi kali ini mengambil tema  “Al-Aqsha adalah Aqidah”.

Acara ini disponsori langsung oleh Presiden Sudan Umar Hasan Ahmad Al-Basher dan beberapa universitas di Sudan.

Konferensi kali ini dibuka langsung oleh Dr. Musthofa Usman Ismail sebagai perwakilan resmi dari Presiden Sudan yang juga salah satu Ketua Dewan Pembina Utama di IUA Sudan.

“Saya menyeru kepada umat Islam dan para ulama serta pemimpin negara Islam agar bersatu dalam pembebasan Al-Aqsha dari berbagai komponen untuk melawan agresi Zionist Israel yang sedang terjadi di Palestina dan Al-Aqsha saat  ini,” katanya.

Dalam konferensi kali ini, banyak sekali pemaparan dan masukan dari beberapa peserta konferensi yang hadir tersebut, salah satunya tentang sedikitnya informasi pemberitaan tentang Al-Aqsha.

Menurut Ismail, media online dan cetak sekuler Barat dalam pemberitaan di dunia Islam saat ini tidak berimbang.

Sementara itu, Syeikh Muhammad Hasan Addau, salah satu petinggi Majelis Ulama Dunia mengatakan, Al-Aqsha saat ini merupakan ujian besar bagi umat Islam.

Ia mengajak kepada seluruh dunia Islam untuk bersungguh-sungguh dalam pembebasan Al-Aqsha dengan berbagai hal.

“Karena Palestina dan Al-Aqsha bukan saja milik orang Arab, tapi warisan para nabi kepada seluruh umat Islam di muka bumi ini,” katanya. (L/K06/P001)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)