Sudan Kuasai Perbatasan dengan Ethiopia

Khortum, MINA – Menteri Luar Negeri Sudan Omar Qamar Al-Din pada hari Kamis (31/12) mengatakan negaranya telah menguasai seluruh perbatasan dengan Ethiopia.

“Tentara Sudan menguasai seluruh perbatasan dengan Ethiopia,” kata Omar dalam konferensi pers.

“Kami tidak menerima apa pun yang resmi dari Ethiopia terkait tidak mengakui perbatasan antara kedua negara,” katanya.

Senin lalu, tentara Sudan mengklaim telah merebut kembali kendali atas suatu daerah di wilayah perbatasan Al-Fashqa dengan Ethiopia.

“Yang telah kami lakukan hanyalah memulihkan tanah kami, yang diketahui semua [sebagai bagian dari wilayah Sudan],” kata Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Letnan Jenderal Khaled Abdin Al-Shami, kepada Anadolu Agency di timur Al- Negara bagian Qadarif.

Menurut pihak berwenang Sudan, beberapa gerkan Ethiopia merebut tanah petani Sudan di Al-Fashqa setelah mengusir mereka secara paksa. Sudan menuduh tentara Ethiopia mendukung gerakan-gerakan itu, yang dibantah Addis Ababa.

Pada 19 Desember, Sudan mengumumkan pengiriman sejumlah besar bantuan militer ke perbatasan dengan Ethiopia untuk “mendapatkan kembali tanahnya yang dirampas dari milisi Ethiopia” di Al-Fashqa, menurut Kantor Berita Sudan.

Pada Selasa, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ethiopia Dina Mufti mengatakan, Jika Sudan tidak berhenti melakukan ekspansi ke wilayah Ethiopia, Ethiopia akan dipaksa untuk melancarkan serangan balasan.

Pekan lalu, Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok membahas demarkasi perbatasan dengan mitranya dari Ethiopia Abiy Ahmed selama pertemuan puncak Otoritas Antarpemerintah tentang Pembangunan (IGAD), sebuah kelompok dari tujuh negara Afrika Timur, di Djibouti. (T/R7/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)