Palembang, MINA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di enam provinsi prioritas. Sumatera Selatan menjadi salah satu wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar, mencapai sekitar 531,31 hektare dari 24 titik api.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan sekitar 240 hektare lahan di Sumatera Selatan telah berhasil dipadamkan. Sementara lebih dari 287 hektare lainnya masih dalam penanganan.
Selain Sumatera Selatan, karhutla juga terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Riau. Di Kalimantan Barat tercatat 122,9 hektare terbakar, Kalimantan Tengah 218,7 hektare, Kalimantan Selatan 131,81 hektare, Jambi 106 hektare, dan Riau lebih dari 53 hektare.
Penanganan dilakukan melalui pemadaman darat, patroli, pemantauan titik api, serta dukungan operasi udara. Di Sumatera Selatan, pemerintah mengerahkan 11.026 personel satgas darat, dua unit pesawat patroli dan tujuh helikopter untuk mendukung penanganan karhutla.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
BNPB menyebut kondisi cuaca menjadi salah satu kendala penanganan, terutama karena pertumbuhan awan belum memadai untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Kondisi kering juga terjadi di sejumlah wilayah lain sehingga upaya pemadaman terus dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Berdasarkan pemantauan hingga 17 September, sejumlah wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Indonesia bagian timur masih berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
















Mina Indonesia
Mina Arabic