Sunah Setelah Bangun Tidur

hqdefaultOleh Risma Tri Utami, Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam STAI Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat

Bangun tidur merupakan nikmat yang tidak ada bandingnya. Bagaimana tidak, kita masih diperbolehkan untuk kembali menghirup udara dan menjalani aktivitas seperti biasa. Pagi hari menjadi momentum yang tepat mengucapkan banyak syukur karena kesempatan hidup yang diberikan Allah kepada kita.

Ketika pagi hari, banyak orang yang bermalas-malasan untuk bangun dari tidurnya. Padahal, selain mendapatkan kesegaran, bangun tidur juga bisa menjadi lahan mencari ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ketika bangun, banyak amalan yang dapat dilakukan untuk mendapatkan pahala.

Beberapa hal ini senantiasa dilakukan oleh Rasulullah setiap kali bangun tidur. Selain bernilai ibadah, sunnah ini juga dapat menyehatkan tubuh.

Pertama, membasuh wajah dengan tangan dan membaca 10 terakhir Qs. Ali Imron

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

حَتَّى إِذَا انْتَصَفَ اللَّيْلُ اسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَلَسَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ بِيَدِهِ

“Rasulullah kemudian bangun tidur, lalu duduk sambil mengusap (bekas) tidur di wajah beliau dengan tangan beliau.” (HR. Muslim)

Dan membaca 10 ayat terakhir Ali Imron, tepatnya mulai ayat 190

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآَيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (Qs. Ali-Imron: 190)

Ibnu Abbas menceritakan pengalaman beliau ketika menginap di rumah bibinya Maimunah,

فَجَلَسَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ بِيَدِهِ ، ثُمَّ قَرَأَ الْعَشْرَ الآيَاتِ الْخَوَاتِمَ مِنْ سُورَةِ آلِ عِمْرَانَ

“Beliau duduk, lalu mengusap bekas kantuk yang ada di wajahnya dengan tangannya, kemudian beliau membaca 10 ayat terakhir surat Ali Imran.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Nasai)

Kedua, membaca doa bangun tidur

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أَحْيَاناَ بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَ إِلَيْهِ النُّشُوْرُ

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan aku setelah mematikan aku dan kepadaNya-lah aku kembali.” (HR. Bukhari)

Ada beberapa sahabat yang menceritakan kebiasaan ini. Diantaranya Hudzaifah bin al-Yaman dan al-Barra bin Azib. Kedua sahabat ini menceritakan doa yang biasa dibaca Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak tidur dan bangun tidur.

أنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا اسْتَيْقَظَ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika bangun tidur beliau membaca: Alhamdulillah alladzi ahyaanaa…dst. (HR. Bukhari 6312, Muslim 2711, dan yang lainnya).

Ketiga, memakai siwak

Sahabat Hudzaifah Radhiallahu ‘anhu menceritakan,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ، يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ

“Nabi Shollallahu ’Alaihi Wassalam apabila bangun malam, beliau membersihkan mulutnya dengan bersiwak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ali bin Abi Thalib Radhiallahu anhu menceritakan, “Kami diperintahkan oleh Rasulullah untuk bersiwak, kemudian beliau bersabda,

إن العبد إذا قام يصلي أتاه الملك فقام خلفه يستمع القرآن ويدنو فلا يزال يستمع ويدنو حتى يضع فاه على فيه فلا يقرأ آية إلا كانت في جوف الملك

“Sesungguhnya seorang hamba ketika hendak mendirikan shalat datanglah malaikat padanya. Kemudian malaikat itu berdiri di belakangnya, mendengarkan bacaan Al-Qu’rannya, dan semakin mendekat padanya. Tidaklah dia berhenti dan mendekat sampai dia meletakkan mulutnya pada mulut hamba tadi. Tidaklah hamba tersebut membaca suatu ayat kecuali ayat tersebut masuk ke perut malaikat itu.” (HR. Baihaqi dalam Sunan al-Kubro 1/38 dan dishahihkan al-Albani dalam as-Shahihah).

Keempat, menghisap air ke dalam hidung

Memasukkan air ke dalam hidung dengan cara disedot dalam bahasa arab disebut istinsyaq dan mengeluarkannya disebut istintsar.

Setelah bangun tidur, kita dianjurkan melakukan semacam ini 3 kali, untuk membersihakn rongga hidung. Karena ketika manusia tidur, setan menginap di lubang hidungnya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

إذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيَاشِيمِهِ

“Apabila kalian bangun tidur maka bersihkan bagian dalam hidung tiga kali karena setan bermalam di rongga hidungnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kelima, membasuh kedua belah tangan tiga kali

Dari Abu Hurairoh Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wassalam berpesan,

إذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ، فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ

“Apabila kalian bangun tidur maka janganlah dia mencelupkan tangannya ke dalam wadah, sebelum dia mencucinya 3 kali, karena dia tidak mengetahui dimana tangannya semalam berada.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Itulah beberapa sunnah Rasulullah yang harus ditiru ketika bangun tidur. Biasanya, apabila Rasulullah Bangun dari tidurnya, Beliau terus membaca ayat suci Al-quran serta memuju kebesaran Allah.

Kehidupan Rasulullah telah membuktikan bahwa setiap amalan yang dilakukan dalam sehari semalam adalah bentuk ibadah. Untuk itu, jadilah hamba Allah yang senantian menaati perintah-Nya dan anjuran dari Rasul-Nya. Semoga kita senantiasa selalu berada dalam perlindungan Allah dan bisa mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir nanti. Aamiin. Wallahu ‘alam. (ima/R02)

Dari berbagai sumber                          

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)