Survei AJC: 44 Persen Yahudi Amerika Tolak AS Pindahkan Kedutaan ke Al-Quds

Warga Palestina aksi penolakan janji Presiden AS Donald Trump untuk memindahkan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. (foto: MEMO)

New York, MINA – Survei yang diadakan oleh Komite Yahudi Amerika (AJC) mengungkapkan sebanyak 44 persen orang Yahudi Amerika menentang rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem (Al-Quds), Palestina.

Survei yang dilakukan setiap tahun, melalui wawancara telepon yang dilakukan pada Agustus lalu, menggabungkan sampel nasional dari 1.000 orang Yahudi Amerika berusia 18 tahun  ke atas, demikian MEMO yang dikutip MINA, Jumat (15/9).

Komposisi yang menjadi responden survei adalah 9 persen Yahudi Ortodoks, 16 persen diidentifikasi sebagai Konservatif, 31 persen adalah Reform Jews, dua persen Reconstructionists dan 39 persen yang menganggap diri mereka hanya Yahudi.

Sekitar 36 persen responden survei mengatakan bahwa mereka hanya akan mendukung relokasi kedutaan tersebut bila akan mendatangkan kemajuan dalam proses perdamaian Israel-Palestina.

Hanya 16 persen yang percaya kedutaan AS harus segera dipindahkan, sementara empat persen menyatakan tidak yakin.

Jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa 65 persen orang yang diwawancarai melihat bahwa tidak ada kemajuan dalam proses perdamaian Israel dan Palestina, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dari responden, 77 persen memiliki pandangan tidak positif terhadap Presiden AS Donald Trump, sementara 21 persen menyukai cara Trump memerintah dan melakukan pekerjaannya.

Sebelumnya dalam pemilihan presiden yang lalu sebanyak 64 persen telah memilih Hillary Clinton sebagai presiden dan hanya 18 persen memilih Trump.

Sekitar 7 juta orang Yahudi tinggal di AS, menurut data resmi yang dikeluarkan tahun 2014. (T/R10/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)