Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SURVEI: KUALITAS GURU DI INDONESIA MENURUN

Chamid Riyadi - Ahad, 19 April 2015 - 13:01 WIB

Ahad, 19 April 2015 - 13:01 WIB

897 Views

Foto: Indonesiajuara.org
Foto: Indonesiajuara.org

Foto: Indonesiajuara.org

Denpasar, 30 Jumadil Akhir 1436/19 April 2015 (MINA)- hasil penelitian Programme for International Student Assessment (PISA) yang menguji performa akademik anak-anak usia 15 tahun, meletakkan Indonesia berada pada nomor urut 2 terbawah dari 65 negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin saat memberikan pembinaan terhadap para dekan peserta Koordinasi LPTK Penyelenggara Sertifikasi Guru di Denpasar, Jum’at malam (16/4).

“Ketika kualitas guru menurun, maka yang disalahkan adalah Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK),”  tegas Dirjen Pendis dalam siaran pers yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Kamaruddin mengatakan, salah satu penyebab menurunnya tingkat kualitas guru adalah LPTK (dulu IKIP) tidak khusyu’ lagi dengan tugas utamanya, karena sibuk membuka prodi non pendidikan.

Baca Juga: MER-C Fasilitasi Keberangkatan 10 Santri Papua ke Pesantren Balekambang Jepara

“Bahkan, ada yang menganalogikan juga, pendirian UIN di beberapa  Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) akan berdampak sama karena membuka prodi-prodi umum. UIN tidak lagi mendalami ilmu-ilmu keagaamaan,” kata Kamaruddin.

Namun pihaknya menilai analogi pembukaan prodi-prodi umum di UIN akan mengabaikan tugas utamanya sebagai PTKIN tidak sepenuhnya benar. Sebab, pengembangan UIN mengarah pada adanya integrasi kelimuan, antara ilmu umum dengan ilmu agama.

“Di sinilah tantangan LPTK di bawah naungan Kemenag (fakultas tarbiyah) tetap menjaga kualitas guru,” terangnya.

Ia menambahkan, negara-negara maju seperti Finlandia dan Inggris, sangat perhatian dalam membina guru. Finlandia sebagai negara terdepan dalam pendidikan dasar dan menengah telah melakukan reformasi pendidikan dengan meningkatkan kualifikasi guru minimal S-2.

Baca Juga: Berkunjung ke UEA, Jokowi Terima Penghargaan Order of Zayed

“Bahkan ada survey di Finlandia, profesi yang diidamkan oleh anak-anak muda yang ingin menikah adalah guru,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, Inggris memiliki perhatian besar terhadap kualitas guru. Sebelum bertugas, guru harus melalui tahapan pelatihan terlebih dahulu. Seorang calon guru harus mengikuti pelatihan pedagogik dari fakultas pendidikan plus pemagangan di sekolah dengan bimbingan dari guru senior pada sekolah dan dosen dari fakultas tersebut. (T/P010/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Baca Juga: MUI Nonaktifkan Dua Pengurus Diduga Terlibat Organisasi Terafiliasi Israel

Rekomendasi untuk Anda